Percepat LTT Padi, BBPMP Babel dan Pemkab Basel Gelar Gerakan Tanam Bersama di Sawah Desa Rias

WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Gerakan Tanam Padi Bersama di sawah Poktan Setia Kawan I, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (4/3).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan di daerah.

Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan penggunaan teknologi drone sebagai bagian dari modernisasi pertanian untuk mempercepat proses tanam sekaligus meningkatkan efisiensi tenaga dan biaya.

Mewakili Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Basel Haris Setiawan turut hadir dalam kegiatan itu, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Pertanian, kepala BWS Babel, Pimcab Perum Bulog Kancab Bangka, PT Pupuk Indonesia wilayah Babel, pemerintah provinsi, Dandim 0432, Katimker Penyuluhan Basel, para penyuluh pertanian, Gapoktan, Poktan, sejumlah Babinsa dan brigade pangan se-Basel.

Kepala BBPMP Babel Intan Rahayu mengatakan, sektor pertanian di Bangka Belitung memiliki tantangan tersendiri, seperti keterbatasan luas sawah aktif dan kondisi sebagian lahan yang merupakan eks tambang. Karena itu, diperlukan sinergi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Berdasarkan data 2025 luas tambah tanam di Bangka Belitung mencapai 18.419 hektare dari luas baku sawah 22.561 hektare dengan indeks pertanaman sekitar 1,2, sehingga peluang peningkatan produksi masih terbuka,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini terdapat 254 penyuluh pertanian di Babel yang seluruhnya telah melaporkan LTT melalui e-Pusluh. Hal ini menunjukkan kerja penyuluhan semakin tertib administrasi dan berbasis data, tidak hanya dalam pendampingan budidaya, tetapi juga memastikan percepatan tanam berjalan tepat waktu dan terukur.

Berdasarkan Oplah 2024, telah terbentuk 48 Brigade Pangan dengan luas lahan 10.205 hektare. Capaian realisasi Oktober 2024 hingga September 2025 seluas 11.990,45 hektare dengan IP 170,94. Untuk tahun 2026, dengan target oplah 1.500 hektare, akan dibentuk delapan Brigade Pangan tambahan.

“Saya berharap Gerakan Tanam Bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama dalam memastikan proses produksi berjalan optimal dari hulu hingga hilir. Sebagai bagian dari modernisasi pertanian, gerakan tanam kali ini memanfaatkan teknologi drone untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses tanam, serta menghemat tenaga dan biaya,” ujarnya.

Sementara itu, Haris Setiawan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Gerakan Tanam Padi Bersama menjadi langkah nyata memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mendukung ketahanan serta swasembada pangan.

“Kami berharap para petani terus memanfaatkan pendampingan dan teknologi pertanian agar produktivitas semakin meningkat,” pungkasnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *