Petani Desa Penutuk Sambut Baik TMMD, Perkuat Akses Infrastruktur Pertanian di Wilayah Kepulauan

WARTABANGKA.ID, LEPAR – Masyarakat dan petani Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), menyambut baik kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dinilai memberi dampak besar bagi sektor pertanian setempat.

Program TMMD ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0431/Bangka Selatan tersebut difokuskan pada penguatan sentra pertanian, khususnya untuk meningkatkan akses petani menuju area persawahan.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu mempermudah aktivitas petani sekaligus mendorong peningkatan produksi padi sawah dengan luasan areal persawahan barat seluas lebih dari 200 hektar.

Sawah yang sudah mampu hingga IP 200 menuju IP 300 ini, telah memproduksi hasil padi hingga mencapai sekitar 3,5 ton per hektare.

Adapun, tujuan program terpadu antara TNI dan Pemerintah Daerah menyasar wilayah kepulauan agar masyarakat di daerah ini merasakan pemerataan pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu petani yang juga Manager Brigade Pangan Desa Penutuk Derry mengatakan, kehadiran TMMD sangat membantu masyarakat, terutama para petani. Menurutnya, kondisi infrastruktur menuju sawah barat sebelumnya sangat terbatas dan kurang layak dilalui.

“Kalau sebelumnya jalan ke sawah barat hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat, sekarang rencananya akan diperlebar menjadi tujuh meter,” ungkap Derry, Selasa (10/2).

Hal senada disampaikan Lim anggota Gapoktan Lepar Lestari mengapresiasi langkah prajurit TNI dalam mendukung pembangunan desa. Ia menyebut pembangunan jalan di area Sawah Barat akan dilakukan sepanjang 5,5 kilometer.

Meski demikian, ia berharap, pembangunan serupa ke depan juga menyentuh area sawah bagian timur. Pasalnya, Desa Penutuk memiliki dua kawasan persawahan utama, yakni di bagian barat dan timur.

“Dengan adanya TMMD ini, jalan yang dulunya hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat kini bisa dilalui dua kendaraan. Ini tentu sangat berdampak bagi masyarakat Desa Penutuk,” katanya.

Lim yang juga sebagai ketua KTNA Kecamatan berharap, ke depan pemerintah dapat membangun sistem irigasi untuk mendukung pengairan sawah. Selama ini, petani masih mengandalkan aliran sungai tanpa dukungan infrastruktur irigasi yang memadai.

“Pintu klep untuk menahan air pasang laut juga belum ada. Saat musim barat, air sawah bercampur air asin dan bisa menyebabkan gagal panen,” pungkasnya.

Sementara itu, program TMMD di Desa Penutuk wilayah kepulauan ini akan melaksanakan kegiatan fisik dan nonfisik dengan mengerahkan ratusan personel TNI dari Kodim 0432/Basel dan Batalyon TP 845/Ksatria Satam Belitung selama 1 bulan.

Adapun, kegiatan fisik meliputi pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer, pembuatan 1 titik sumur bor, pembangunan 1 unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 200 batang pohon keras, pembersihan lingkungan, serta rehabilitasi 1 unit masjid.

Sedangkan, kegiatan non fisik mencakup penyuluhan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, penguatan kembali budaya gotong royong, penyuluhan kamtibmas, posyandu, serta Posbindu PTM. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *