WARTABANGKA.ID, TEMPILANG – Tradisi adat tahunan Dodol Bergema yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, kembali digelar, Selasa (27/1) pagi.
Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap bulan Sya’ban sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus penanda dimulainya persiapan masyarakat Desa Penyampak dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.
Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, mengatakan Dodol Bergema merupakan kegiatan adat yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi ciri khas Desa Penyampak.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Penyampak dan seluruh masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut.
“Dodol Bergema ini sudah menjadi ikon Desa Penyampak. Kami berharap kegiatan ini terus menjadi pionir dan contoh pelestarian adat budaya bagi desa-desa lainnya di Bangka Barat,” ujar Yus.
Menurutnya, Desa Penyampak dikenal luas sebagai desa dengan tradisi Dodol Bergema yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah menetapkan Dodol Bergema sebagai adat istiadat dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025–2030.
“Pemerintah daerah mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini. Semoga Dodol Bergema tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mampu meningkatkan sektor pariwisata dan industri kreatif masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Fachriansyah, menjelaskan Dodol Bergema merupakan event budaya tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini kembali dilaksanakan dengan melibatkan bazar UMKM, hiburan rakyat, serta sedekah ruah yang berlangsung sejak 20 Januari hingga 1 Februari 2026,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat serta memperkuat identitas budaya daerah, khususnya di Kecamatan Tempilang.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Penyampak, Doni, mengatakan pesta adat pembuatan dodol ini telah masuk dalam kalender resmi Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat.
“Dodol Bergema merupakan adat istiadat kami. Ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen dan rezeki yang telah diberikan selama setahun,” ungkapnya.
Doni juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Penyampak yang telah berpartisipasi, baik tenaga maupun materi, demi suksesnya kegiatan tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kebersamaan dan kepedulian masyarakat terus terjaga, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam membangun daerah melalui budaya,” tutupnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan Kecamatan Tempilang, Kapolsek Tempilang, kepala desa se-Bangka Barat, kepala sekolah se-Kecamatan Tempilang, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat Desa Penyampak. (*/rls)












