Dermaga Tanjung Gading Desa Penutuk Jadi Sorotan, Rina Minta Kejelasan

Anggota DPRD Babel, Rina Tarol

WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) daerah pemilihan Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Rina Tarol, menyampaikan keluhan terkait kondisi proyek Pantai Lampu serta Dermaga Tanjung Gading di Desa Penutuk, yang dinilai tidak berada dalam kondisi optimal meski belum lama selesai dibangun.

Proyek tersebut diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Rina berharap Bupati Bangka Selatan dapat turun langsung meninjau kondisi di lapangan guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan perencanaan. Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran publik perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami hanya meminta peninjauan dan kejelasan. Ini menggunakan uang rakyat, jadi wajar jika masyarakat ingin mengetahui pertanggungjawabannya,” ungkap Rina kepada wartawan di salah satu hotel di Pangkalpinang, Sabtu (24/1).

Ia menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah bagian fisik bangunan dilaporkan tidak berada dalam kondisi optimal.

Beberapa elemen konstruksi disebut mengalami kerusakan, termasuk fasilitas penerangan yang dinilai tidak berfungsi sebagaimana diharapkan. Kendati demikian, ia menegaskan penilaian teknis sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang.

Ia juga meminta aparat penegak hukum (APH) serta instansi terkait untuk melakukan penelaahan sesuai kewenangan masing-masing, guna memberikan kepastian dan mencegah munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah.

Selain itu, Rina secara khusus menyoroti Dermaga Tanjung Gading yang berada di Desa Penutuk, yang merupakan dermaga barang.

Dermaga tersebut disebut-sebut digunakan oleh perusahaan perkebunan sawit untuk kegiatan distribusi, sehingga menimbulkan keluhan dari masyarakat.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memastikan pemanfaatan dermaga sesuai dengan peruntukannya dan ketentuan yang berlaku. Aktivitas angkutan sawit yang melintas di kawasan tersebut juga dikeluhkan warga karena berdampak pada kondisi jalan.

“Masyarakat berharap ada perhatian dari semua pihak, termasuk kontribusi sosial perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” ujarnya.

“Kami hanya ingin ada kejelasan dan solusi. Harapannya semua pihak dapat duduk bersama agar tidak ada yang dirugikan, terutama masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid hingga berita ini diturunkan masih dalam upaya konfirmasi. Redaksi akan memuat klarifikasi atau tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan setelah diperoleh. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *