Seorang Paman di Koba Tega Cabuli Keponakan Hingga Hamil 5 Bulan

Foto: Ilustrasi/Net

WARTABANGKA.ID, KOBA – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Seorang remaja putri berusia 15 tahun dilaporkan menjadi korban asusila oleh pamannya sendiri. Ironisnya, korban selama ini telah menganggap pelaku sebagai sosok ayah.

Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga merasa curiga dengan kondisi kesehatan korban yang sering menurun. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, keluarga terkejut mendapati korban tengah hamil dengan usia kandungan lima bulan.

“Kami baru tahu korban hamil setelah ia mengeluh sakit. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan korban hamil lima bulan akibat perbuatan pelaku. Pelaku sendiri bekerja  di sebuah bank swasta,” ungkap bibi korban pada Rabu (21/1).

Geram dengan perbuatan pelaku, pihak keluarga segera melaporkan pelaku ke Polres Bangka Tengah. Menurut keterangan bibi korban, pelaku sempat mencoba melarikan diri sebelum akhirnya berhasil diringkus petugas kepolisian beberapa hari lalu.

Namun, penderitaan keluarga korban tidak berhenti di situ. Pihak keluarga mengaku mendapatkan intimidasi dari keluarga pelaku yang mendesak agar laporan kepolisian dicabut.

“Keluarga tersangka beberapa kali mendatangi kami tanpa ada rasa bersalah maupun permohonan maaf. Mereka memaksa kami mencabut laporan. Kami merasa terintimidasi, apalagi ada oknum berpangkat dari pihak mereka yang secara kasar memaksa kami,” ujar bibi korban dengan nada emosional.

Ia meminta agar pihak keluarga pelaku menghentikan tekanan tersebut. Ia menegaskan tidak akan segan melaporkan tindakan intimidasi ini ke pihak berwajib jika terus berlanjut.

Keluarga korban menaruh harapan besar agar Polres Bangka Tengah menangani kasus ini secara profesional dan transparan, tanpa terpengaruh oleh intervensi pihak mana pun.

“Kami berharap polisi bekerja profesional, mengingat pihak yang mengintimidasi kami adalah orang-orang yang cukup berpengaruh,” tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui grup koordinasi media terkait perkembangan kasus ini, bagian Humas Polres Bangka Tengah belum memberikan keterangan rinci. “Siap, belum ada perintah dari atasan,” tulis admin dalam pesan singkatnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *