WARTABANGKA.ID, KOBA– Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Bangka Belitung (Babel) bersama Lazismu Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menyalurkan puluhan paket sembako kepada warga terdampak banjir rob di Kecamatan Koba, Bangka Tengah.
Aksi kemanusiaan ini menyasar warga yang mengalami kesulitan logistik akibat bencana tersebut. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan Lazismu Babel, Sugiono; perwakilan Lazismu Bateng, Amriyanto; Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bateng, Engga Saputra; serta perwakilan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Babel, Darfin Asnan.
Perwakilan Lazismu Babel, Sugiono, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program tanggap darurat bencana sekaligus bentuk penyaluran amanah dari para donatur.
“Bantuan sembako ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” ujar Sugiono di sela-sela kegiatan.
Total bantuan yang disalurkan berjumlah 75 paket sembako, dengan rincian 40 paket untuk warga di Kelurahan Berok dan 35 paket untuk warga di Desa Nibung. Sugiono menegaskan komitmen Lazismu untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di wilayah Bangka Belitung.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris PDPM Bateng, Engga Saputra, menambahkan bahwa sinergi antara Lazismu wilayah dan daerah menjadi kunci percepatan penanganan dampak bencana di lapangan.
“Kami hadir langsung untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Engga.
Kepala Desa Nibung, Astiar, menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat tim Lazismu dalam membantu warganya. Ia berharap kondisi banjir rob ini segera mendapat solusi permanen dari pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Babel dan Lazismu Bateng atas kepeduliannya terhadap warga kami di Desa Nibung yang terdampak banjir,” tutur Astiar.
Bantuan ini disambut baik oleh warga setempat yang mengaku kesulitan melakukan aktivitas ekonomi pascabanjir yang merendam permukiman mereka. (**)












