WARTABANGKA.ID, MENTOK – Selain Tafsir dan Syarhil Qur’an, cabang lomba kaligrafi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits ( MTQH ) XIV Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga sudah mulai dilaksanakan. Pelaksanaan lomba ini berlangsung di Aula SMAN 1 Mentok, Minggu ( 9/11).
Untuk lomba kaligrafi ini terdapat dua kategori yang dilombakan diantaranya kaligrafi naskah dan kaligrafi dekorasi. Kemudian, ada cabang baru dari cabang kaligrafi yang diperlombakan di MTQH Bangka Belitung yakni lomba kaligrafi digital.
Peserta yang mengikuti perlombaan ini berjumlah 14 putra – putri dari tujuh Kabupaten/Kota se – Bangka Belitung.
“Hari ini cabang kaligrafi untuk golongan naskah dengan dekorasi. Jadi untuk besok, hari Senin ( 10/11 ) itu kaligrafi hiasan mushab dengan kontemporer,” ungkap Fuadi Jamaa’in selaku Dewan Hakim dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an ( LPTQ ) Provinsi Bangka Belitung.
Fuadi menjelaskan terdapat perbedaan antara kaligrafi naskah dan dekorasi. Untuk kaligrafi naskah, para peserta harus membuat tulsan wajib dan tulisan pilihan.
“Dia ditulis di atas kertas karton, dua kertas, satu peserta untuk golongan naskah,” jelasnya.
Sedangkan, untuk kaligrafi dekorasi berbentuk hiasan yang ditulis di atas triplek. Kaligrafi dekorasi adalah seni menulis indah yang lebih mengutamakan keindahan visual dan estetika daripada kaidah penulisan yang ketat.
“Jadi ruangnya di ruang di sebelah itu dua untuk dekorasi,” ujar Fuadi.
Dikatakan Fuadi, yang menjadi kriteria penilaian cabang kaligrafi naskah dan dekorasi adalah kebenaran kaidah tulisan dan keindahan tulisannya.
Selanjutnya, terkait kategori hiasan mushab. Hiasan mushab ini ditulis di kertas karton yang mana gaya tulisnnya seperti lembaran pertama dalam Al-Qur’an.
“Seperti misalnya surah Al-Fatihah kan ada hiasan. Kemudian kategori kontemporer itu ada lukisan. Ada ayat yang dibagikan, kemudian peserta memilih lukisan apa yang sesuai dengan ayat itu,” terang Fuadi yang cukup berpengalaman menjadi Dewan Hakim.
Fuadi menambahkan, untuk kategori cabang kaligrafi digital, kaligrafi model ini dibuat menggunakan komputer.
“Cabang yang baru dilombakan di Bangka Belitung itu adalah digital. Pakai komputer. Jadi dibikin dulu di atas kertas, kemudian nanti di-scan pakai komputer,” tutup Fuadi. ( IBB )












