WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia bekerjasama dengan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel), menggelar sosialisasi dan tindak lanjut program produk ekspor di kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Rabu (15/10) di Sewarna Manunggal Hotel Toboali.
Sosialisasi yang dijadwalkan berlangsung selama 3 hari atau dari Rabu hingga Jumat diikuti puluhan peserta dari penggiat lada didaerah itu, dengan tujuan mendorong produk unggulan lokal menjadi komoditas ekspor.
“Kami ingin mengubah kawasan transmigrasi yang semula hanya perpindahan penduduk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi untuk menciptakan masyarakat yang berkembang dan sejahtera,” kata Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Kementerian Transmigrasi RI Ir. Widarjanto kepada sejumlah wartawan.
Selain itu, ia menambahkan, kegiatan ini secara spesifik juga untuk mendorong produk-produk unggulan di Kawasan Transmigrasi di Batu Betumpang, seperti beras, lada putih, sapi, terasi, kelapa sawit, dan karet.
“Kami dorong agar produk-produk ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat transmigrasi dan bahkan mencapai kualitas produk ekspor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para pelaku usaha di Kawasan Batu Betumpang untuk menghasilkan produk unggulan berstandar ekspor.
“Dalam hal ini, kami sangat terbantu dengan dukungan dari UNPAD,” tambahnya.
Program peningkatan kualitas ekspor ini tidak hanya fokus di Bangka Selatan. Kementerian Transmigrasi memiliki sekitar 154 kawasan transmigrasi yang didorong untuk tumbuh menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru.
“Ini adalah salah satu upaya kami untuk mendorong pelaku usaha dan masyarakat di kawasan transmigrasi tumbuh bersama dalam meningkatkan produk unggulan menjadi produk-produk ekspor,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Non Gelar UNPAD, Drg. Erli Sarilita mengatakan, pihaknya mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Transmigrasi untuk mengelola sosialisasi ekspor khusus untuk produk unggulan lada putih di Kabupaten Bangka Selatan.
“Pada kesempatan ini UNPAD ditugaskan untuk membantu masyarakat UMKM di Kabupaten Bangka Selatan khususnya meningkatkan daya saing produk UMKM lada putih menjadi unggul di pasar global,” katanya.
Menurut dia, saat untuk ekspor lada putih di Bangka Selatan sudah berjalan bahkan hingga ke Prancis dan Jerman, selanjutnya akan ditingkatkan lagi lewat sosialisasi ini.
“Nanti harapan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat UMKM penggiat lada putih ini. Dan ini tentu saja bagian dari mendukung program pemerintah lewat kementerian Transmigrasi. Kami juga siap menurunkan hingga menerjunkan ahli-ahli kami yang ada di Universitas Padjadjaran dalam berbagai bidang untuk bersinergi untuk meningkatkan daya saing lada putih di batu betumpang ini,” pungkasnnya.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Kementerian Transmigrasi, Ir. Widarjanto, Direktur Pendidikan Non Gelar UNPAD, Drg. Erli Sarilita, beserta tim. Turut hadir Kepala Disnakertrans dan Kepala DKUMDAG Bangka Selatan. (Ang)












