Pemkab Bangka Tengah Berikan Pelayanan Peternakan dan Kesehatan Hewan ‎

WARTABANGKA.ID, KOBA – Dalam rangka memperingati bulan bakti peternakan dan kesehatan hewan tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah (DPKP Bateng) gencar memberikan pelayanan peternakan dan kesehatan hewan.

‎Salah satunya di Kelompok Kandang Tani Argo Sedio, Dusun C2, Desa Lubuk Pabrik, Kecamatan Lubuk Besar yang merupakan program tahunan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Lubuk Besar yang menaungi Kecamatan Koba dan Kecamatan Lubuk Besar di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bangka Tengah.

‎Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan dedikasi masyarakat terhadap pentingnya sektor peternakan dan kesehatan hewan demi mewujudkan Ternak Sehat, Peternakan Sejahtera, Indonesia Maju .

‎Sesuai dengan tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah menjalankan program percepatan peningkatan populasi sapi potong menuju swasembada daging sapi berkelanjutan.

‎“Program ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai ketahanan pangan dan mendukung Program MBG (Makan Bergizi Gratis) pemerintah pusat,” ujar Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, pada Kamis (18/9).

‎“Berbagai upaya telah dilakukan dalam peningkatan populasi ternak, terutama penyediaan pakan hijauan ternak secara berkelanjutan. Pakan inilah yang menjadi hal penting untuk kebutuhan ternak,” sambungnya.

‎Acara ini juga terselenggara berkat dukungan empat kelompok tani di Desa Lubuk Pabrik, yakni Kelompok Tani Argo Sedio, Kelompok Tani Barokah, Kelompok Tani Maju Jaya, dan Kelompok Tani Jaya Makmur. Total populasi sapi dari keempat kelompok ini mencapai 81 ekor, dengan 18 ekor pedet (anak sapi berusia kurang dari 6 bulan) dipanen pada kesempatan ini.

‎“Saya senang sekali bersama Pak Kades, Ibu Kadis DPKP, dan anggota kelompok tani dapat menyaksikan langsung pelayanan yang diberikan dokter hewan. Saya juga sudah menggendong sapi hasil pengembangan dari teman-teman di sini. Hal ini patut kita apresiasi agar yang lain bisa mencontoh bagaimana teknis pengembangan sapi yang dilakukan,” ungkap Algafry.

‎Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan panen silase yang diproduksi sekitar 13 hari lalu, pemeriksaan kesehatan hewan, pemeriksaan status reproduksi sapi, pemeriksaan kebuntingan, pemberian obat cacing dan vitamin, serta konsultasi peternakan dengan petugas teknis.

‎Diketahui, sekitar 68–70 persen dari total biaya produksi usaha peternakan berasal dari pakan. Oleh karena itu, peternak harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang pakan ternak.

‎Istilah Good Feed for Good Food atau ‘Pakan yang Baik untuk Pangan yang Baik ‘ menjadi acuan pentingnya pemberian pakan berkualitas bagi ternak guna menghasilkan pangan yang baik dan aman bagi.

‎Pada kesempatan ini, Algafry juga membuka ruang diskusi dengan para peternak.

‎“Tindak lanjut kami tetap memberikan dukungan. Minimal fasilitas yang ada di sini akan kami tambah dan segera kami tindak lanjuti,” tutupnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *