WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M, Kampung Melayu, Kelurahan Tuatunu, Kecamatan Gerunggang menggelar Festival Nganggung, Jumat (5/9).
Selain kemeriahaan Festival Nganggung yang sarat akan persatuan guna melestarikan budaya lokal, sekaligus membuka peluang menjadikannya sebagai daya tarik wisata religi dan budaya khas Pangkalpinang, Kampung Tuatunu juga disulap menjadi Kampung Nanas dengan mengadakan lomba serba nanas.
Tanaman tropis dan subtropis yang buahnya berbentuk bulat panjang dengan kulit buahnya bersusun sisik, berbiji mata banyak, daunnya panjang, berserat dan berduri ini dijadikan ajang lomba.
Mulai dari makan nanas, lomba mengupas nanas hingga lomba kuliner berbahan baku dari nanas.
Tidak hanya itu, nanas ini pun dijadikan buah tangan bagi pengunjung dengan menggunakan sumpit maupun bahan jadi berbentuk tas yang terbuat dari dedaunan.
“Ini langka dan lomba ini pertama kali diadakan di Bangka, semua serba nanas” ujar salah satu juri lomba, Eko Oskandar.
Eko menjelaskan, Kampung Tuatunu dengan potensi nanasnya yang luar biasa, sudah dikonsumsi dan disebarkan ke berbagai daerah di wilayah Pulau Bangka.
Senada dengan Eko, Ketua Lembaga Adat Tuatunu, Zul juga menambahkan, pihaknya serta Dinas Pariwisata Pangkalpinang juga telah mendeklarasikan Tuatunu menjadi Kampung Nanas.
“Bersama Dinas Pariwisata (Pangkalpinang-red) dideklarasikan bahwa Tuatunu merupakan Kampung Nanas,” imbuhnya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin yang turut hadir dalam Festival Nganggung menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Ia menekankan bahwa tradisi nganggung bukan sekadar budaya, tetapi juga wujud silaturahmi, gotong royong serta kebersamaan masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan memperingati Maulid Nabi. Tradisi nganggung adalah warisan leluhur yang harus terus kita lestarikan karena di dalamnya ada makna persaudaraan, doa dan kebersamaan. Pemerintah Kota mengapresiasi masyarakat Tuatunu yang tetap menjaga kearifan lokal ini. Insyaallah, kegiatan ini juga bisa dikembangkan menjadi agenda wisata budaya yang bernilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Unu. (*/yud)












