Sering Kehilangan Uang, Jadi Alasan JU Tega Aniaya Heri Hingga Tewas

WARTABANGKA.ID, MENTOK – Junaidi alias JU (49 ), warga asal Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan diringkus polisi lantaran menganiaya Heri alias Bokir hingga tewas,

JU mengungkapkan penyebab pertikaiannya dengan Heri dipicu masalah uang. Pelaku mengaku, dirinya memang sering kehilangan uang. Dia pun menuduh Heri karena teman yang baru dia kenal tiga hari itu sering masuk ke rumahnya karena memiliki kuncinya.

Mereka sama – sama tinggal di Kampung Sidorejo dan rumah kontrakannya bersebelahan.

“Masalah uang, kehilangan. Dia sering masuk rumah, karena kehilangan duit itulah. Dia yang dituduh malah emosi. Akhirnya kita cekcok,” tutur JU saat konferensi pers di Mako Polres Bangka Barat, Selasa (19/8).

Menurut dia ketika terjadi cekcok, Heri membawa sebilah parang sedangkan JU sendiri membawa pisau. Kemudian, terjadi lah perkelahian antara Heri dan JU pada Sabtu ( 16/8 ) sore di Kampung Sidorejo, Kelurahan Sungai Daeng.

“Dia bawa parang, aku masuk bawa pisau. Terus langsung dari situlah kejadiannya. Pada sekitar setengah tujuh malam. Spontan iya,” terang JU.

JU mengatakan dia menyerang Heri dari belakang sehingga terdapat beberapa luka di punggung rekan kerjanya di tambang inkonvensional ( TI) itu.

“Dia aku ambil dari belakang. Dia lari keluar, aku keluar juga. Dia minta tolong, minta tolong. Aku langsung bawa motor ke Belinyu. Tidak saya bawa ke rumah sakit karena takut,” ungkapnya.

JU mengaku menyesal atas kejadian tersebut, apalagi temannya itu sampai kehilangan nyawa.

“Itulah yang tadi kutangisi. Dak nyangka bisa mati,” sesal JU.

Sementara itu Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, motif penganiayaan menyebabkan korban tewas ini karena adanya kesalahpahaman karena masalah kehilangan uang.

“Kesalahpahaman yang diawali adanya kehilangan uang dari pelaku sendiri. Jadi ada misskomunikasi, kemudian empat hari sebelumnya ya. Pada saat hari kejadian itulah puncak dari misskomunikasi tadi sehingga terjadi yang sebetulnya yang satu juga korban waktu itu juga menggunakan parang,” kata Pradana.

Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau gagang kayu warna coklat yang digunakan JU untuk menyerang Heri, satu helai handuk warna merah corak biru yang bertuliskan Barcelona.

“Ini barang bukti pisau yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan penikaman. Korban mengalami empat luka tikam pada bagian punggung belakang. Setelah itu dilakukan perawatan di rumah sakit dan akhirnya tidak tertolong dua hari kemudian meninggal dunia,” tutup Kapolres. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *