WARTABANGKA.ID – Pencarian pada hari kedua terhadap seorang pencari ikan yang dikabarkan hilang diterkam buaya di sungai menduk telah membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian sejak pagi berhasil menemukan tubuh korban terapung dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 14.50 WIB dengan jarak 1 Km dari lokasi kejadian awal. Pada saat ditemukan, tubuh korban dalam keadaan utuh namun terdapat luka gigitan akibat predator buas tersebut pada organ tubuh korban. Setelah korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan bergegas mengevakuasi dan membawa jasad korban menuju rumah duka di desa Paya Benua.
I Made Oka Astawa, Kakansar Pangkalpinang menjelaskan “korban akibat keganasan buaya yang hilang di sungai desa menduk berhasil kita temukan. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pkp, Brimob Polda Babel, BPBD Kab. Bangka, Saka SAR dan masyarakat berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.
Pada Pencarian kali ini, tim SAR Gabungan menggunakan kapal milik masyarakat setempat dikarenakan sungai dilokasi tersebut yang sempit sehingga menjadi salah satu kendala saat pencarian terhadap korban, ditambah cuaca pada lokasi saat pencarian turun hujan deras yang menjadi hambatan Tim saat melakukan pencarian hingga korban dapat ditemukan.
“Terima kasih kami ucapkan kepada segenap unsur SAR Gabungan yang telah membantu dan mendukung dalam upaya pencarian terhadap korban. Semoga sinergi dan kolaborasi ini dapat terus terjalin demi pelayanan SAR di kep. bangka belitung” ujar Oka.
Korban dengan inisial “i”(L/53) warga desa paya benua tersebut sebelumnya pada 2 agustus 2025 bersama teman nya sedang mencari ikan dengan cara memancing di alur sungai menduk menggunakan perahu kecil. Pada pukul 21.03 WIB Saat hendak memasang pancing miliknya, tiba-tiba korban diterkam buaya dan diseret kedalam air. Teriakan korban terdengar oleh rekan korban yang berada tidak jauh dari korban.
Rekan korban bergegas menghampiri dan melihat seekor buaya menyeret tubuh korban kedalam air. Melihat hal tersebut, rekan korban bergegas melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Payabenua dan informasi tersebut diteruskan ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.


