WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Seorang bocah yang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD) di salah satu desa di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) meninggal dunia, Minggu (27/7) pagi.
Bocah tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Junjung Besaoh setelah sebelumnya menjalani perawatan selama 3 hari. Korban ZH diduga karena mengalami kekerasan fisik akibat perundungan (bullying) oleh teman-teman sekelasnya.
Paman korban Dhoni saat dikonfirmasi membenarkan kejadian memilukan yang dialami oleh keponakannya meninggal diduga menjadi korban perundungan.
“Saya tidak mengetahui detailnya kapan peristiwa perundungan itu. Tapi, awalnya tidak menceritakan kepada orang tuanya. Namun setelah dibawa ke rumah neneknya di Toboali, keponakan saya ini baru bercerita dirinya menjadi korban pengeroyokan teman-temannya,” katanya.
Ia juga menceritakan, bahwa kejadian tersebut setelah ditelusuri ada yang menyaksikan kejadian yang diduga telah terjadi kekerasan fisik terhadap korban.
“Kami sebagai keluarga tidak terima dengan kejadian ini. Sekolahnya juga bagaimana bisa tidak mengetahui korban sudah parah dirundung seperti ini” ujarnya.
“Korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan perutnya diduga dipukul. Kita tidak terima dengan kejadian ini. Saya juga menyampaikan pesan kepada Pak Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid agar ada tindaklanjut dari peristiwa ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Basel Ansyori saat dikonfirmasi mengaku telah mendapat informasi tersebut dari pihak orang tua korban. Sebagai tindak lanjut pihaknya juga akan melakukan penelusuran terkait kejadian tersebut.
“Kalo informasi dari keluarganya gitu. Kami masih penelusuran informasi dari sekolah, guru-guru dan orang tua korban,” pungkasnya. (Ang)












