BPJN Bina Marga Bangun Ulang Jembatan Desa Guntung, Pakai Dana APBN Rp19 Miliar

‎WARTABANGKA.ID, KOBA – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bidang Bina Marga akan membangun ulang jembatan utama di Desa Guntung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

‎Pembangunan tersebut dilakukan karena jembatan yang ada sekarang nilai konstruksi sudah menurun jauh dan bisa berbahaya bagi masyarakat yang melintas.

‎Dari pantauan secara langsung, jembatan tersebut sudah mulai melengkung dan beberapa kontruksi sudah mulai retak.

‎Kepala Satuan Kerja PIN Babel 1, I Ketut Payun Astapa mengatakan jembatan tersebut memang sudah harus dibangun ulang karena nilai kontruksi yang memang sudah rusak.

‎“Jembatan guntung ini atau jembatan existing nilai konstruksinya sudah 4. Dari pada terjadi hal yang tidak diinginkan maka kami dari BPJN akan membangun ulang jembatan tersebut, ” ucapnya, Selasa (15/7).

‎Pihaknya juga sudah membuat jembatan sementara kapasitas 20 ton yang sudah diujicoba bersama Balai Transportasi Darat dan Disperkimhub serta Sat Lantas Polres Bangka Tengah dalam peralihan jalur lalu lintas, serta ketahanan dari jembatan sementara.

‎“Jadi hari ini juga kami sudah melakukan percobaan jembatan sementara yang tadi sudah dilewati mobil dengan beban 20 ton lebih dan tidak ada masalah. Kami juga sudah merekayasa jalur lalu lintas dan tidak ada kecamatan yang berarti. Kami juga berkoordinasi dengan semua pihak demi kelancaran pembangunan jembatan ini, ” tuturnya.

‎“Jembatan sementara ini memang 20 ton maksimal ya. Tapi untuk kendaraan over dimensi nanti akan disiasati dengan menurunkan alat berat dulu baru lewat jembatan, ” sambungnya.

‎Payun juga menjelaskan, proyek ini menggunakan anggaran APBN kurang lebih Rp 19 miliar lebih dengan waktu pembangunan kurang lebih 6 bulan atau sampai Desember nanti.

‎“Ini anggaran APBN dan waktu pekerjaan 6 bulan atau sampai Desember. Jadi peralihan jembatan sementara hanya sampai bulan 6 saja, ” jelasnya.

‎Di sisi lain, Kepala Bidang Perhubungan Balai Pengelola Transportasi Darat, Wira menuturkan, dalam pembangunan jembatan juga harus memperhatikan rekayasa lalu lintas agar tidak macet dan tidak mengganggu pengendara.

‎“Tadi sudah kami sampaikan agar peralihan jalan tidak macet saja. Terus juga jangan lupa segala bentuk keselamatan harus diperhatikan dan BPJN tadi sudah menegaskan akan mengaturnya dengan baik, ” tutupnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *