WARTABANGKA.ID, SIMPANG RIMBA – Puluhan warga Dusun 4 Desa Rajik, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), melakukan aksi blokade terhadap pintu masuk perusahaan tambak udang PT Samudera Berhasil Bersama (SBB) yang beroperasi di wilayah itu, pada Jumat (4/7).
Aksi ini dilakukan dengan cara menutup gerbang perusahaan menggunakan pagar kayu. Selain itu, dalam aksinya itu warga juga menuliskan sejumlah tuntutan di dinding dan pintu masuk tambak sebagai bentuk protes mereka.
Tampak, beberapa tulisan berbunyi, “Kami butuh air bersih, kembalikan air bersih kami, ade tambak kami susah.”
Diketahui, aksi tersebut dipicu oleh keluhan warga terkait dugaan pencemaran air sumur mereka yang kini berubah rasa menjadi asin seperti air laut.
Atas kejadian itu, warga menduga terjadi pencemaran yang berasal dari limbah kolam tambak milik perusahaan yang sudah beroperasi selama 1 tahun terakhir.
Mulyadi, salah satu perwakilan warga yang ikut dalam aksi mengungkapkan kekesalan masyarakat atas pencemaran yang terjadi.
“Warga sudah kesal dengan perusahaan tambak ini. Puluhan sumur warga tercemar. Sekarang air sumur kami terasa asin seperti air laut. Mediasi dengan perusahaan sudah, pihak LH Provinsi Babel dan Kabupaten Basel sudah turun, tapi belum ada solusinya,” kata Mulyadi.
Ia menyebutkan, meskipun pihak perusahaan sempat menyalurkan air kolam ke rumah warga sebagai pengganti, namun air tersebut kini telah mengering dan kualitasnya memburuk.
“Sekarang ini lagi musim panas, masyarakat butuh air bersih. Kemana lagi kita harus mencari air bersih. Kami minta perusahaan bertanggung jawab atas pencemaran yang kami alami,” ujarnya.
Akibat krisis air bersih tersebut, sebagian warga terpaksa menumpang ke rumah tetangga atau kerabat yang sumber airnya tidak terdampak pencemaran.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap tiga sampel sumur milik warga, kandungan garam di dalam air tercatat antara 2.000 hingga 4.000.
‘Untuk itu, kita juga minta ketegasan dari Pemprov Babel dan Pemkab Basel, bagaimana nasib air bersih kami, karena air bersih ini adalah kebutuh pokok kita semua,” pungkasnya. (Ang)












