Pemkab Bangka Tengah Resmikan Sentra Ikan Gurame Jelutung Kecamatan Namang

Foto: Istimewa

WARTABANGKA.ID, NAMANG – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) meresmikan Sentra Ikan Gurami yang berlokasi di Instalasi Jelutung UPTD Perikanan Budidaya, Kecamatan Namang, Selasa (24/6).

‎Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam mengatakan sentra budidaya ini merupakan bagian dari program prioritas Pemkab Bangka Tengah untuk mendorong peningkatan produksi ikan air tawar, khususnya ikan gurami, yang memiliki potensi ekonomi tinggi di pasar lokal maupun nasional.

‎“Saya merasa bangga dan bersyukur, karena hari ini kita melaksanakan launching melaksanakan Sentra Ikan Gurami sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi dan produktivitas sektor perikanan budidaya demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ahmad Syarifullah Nizam.

‎Ia berharap keberadaan sentra ini dapat mendorong Bangka Tengah menjadi salah satu pemasok utama benih dan ikan konsumsi gurami berkualitas. Apalagi, permintaan pasar terhadap ikan gurami terus meningkat dan peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal.

‎“Budidaya ikan gurami memiliki potensi ekonomi yang besar. Melalui launching ini, kami berharap produksi gurami di Bangka Belitung, khususnya Bangka Tengah, dapat meningkat,” ungkapnya.

‎“Ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga membuka lapangan kerja pasca tambang timah dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambahnya.

‎Pj Sekda juga menegaskan perlunya membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan, mulai dari hulu hingga hilir.

‎“Harus ada segmentasi usaha yang saling melengkapi, mulai dari penyediaan benih dan pakan, hingga pengolahan dan pemasaran. Karena itu, saya berharap semua stakeholder dapat bersinergi dan berkolaborasi, agar usaha ini dapat terus berkelanjutan,” ucapnya.

‎Sementara itu, Kepala UPTD Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Bangka Tengah, Hermanto, menjelaskan bahwa Instalasi Jelutung telah mengantongi sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) khusus untuk komoditas gurami dan telah menjalankan budidaya sejak dua tahun terakhir.

‎Menurut Hermanto, kebutuhan ikan gurami konsumsi di Provinsi Bangka Belitung saat ini cukup besar.

‎“Permintaan ikan gurami konsumsi saat ini mencapai 2 hingga 3 ton per bulan. Namun sebagian besar pasokan masih didatangkan dari luar daerah karena produksi lokal belum mencukupi. Untuk pembenihan, idealnya tersedia 3.000 hingga 6.000 ekor benih setiap bulan agar usaha budidaya gurami tetap berkelanjutan. Karena itu, kami melakukan diversifikasi usaha,” tututnya.

‎Diversifikasi usaha yang dilakukan UPTD mencakup penjualan telur, larva, benih ukuran kuku, hingga benih ukuran silet, agar siklus pembenihan bisa dipercepat dan panen bisa dilakukan dalam waktu lebih singkat.

‎“Biasanya butuh waktu tiga bulan untuk menghasilkan benih ukuran 3–4 cm dengan harga sekitar Rp2.000 per ekor. Namun, dengan diversifikasi, telur bisa dipanen setiap minggu dan langsung dijual. Telur ikan gurami dari luar saja harganya Rp120 per butir, dengan tingkat keberhasilan rendah. Maka ini peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat di semua segmen,” ungkap Hermanto.

‎Ia juga mengajak masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar sebagai langkah strategis menjaga ketersediaan pangan dan mengurangi ketergantungan pada ikan laut, yang harganya fluktuatif. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *