WARTABANGKA.ID, KELAPA – Pemerintah Desa Kacung kembali menggelar Pesta Adat Panggil Suku Ketapik Desa Kacung tahun 2025. Kegiatan tahunan ini berlangsung di Balai Adat Suku Ketapik Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (15/6) pagi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani beserta Ketua TP PKK Provinsi Babel Noni Hidayat Arsani, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Babel dan para kepala OPD, Bupati Bangka Barat Markus dan Wakil Bupati Yus Derahman.
Selain itu, dihadiri juga Ketua TP PKK Babar Evi Astura Markus, Ketua DPRD Babar Badri Syamsu, Sekretaris Daerah Babar Muhammad Soleh, pembesar Suku Ketapik, Camat kelapa, Kepala Desa Kacung, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat desa kacung beserta tamu undangan lainnya.
Acara ini menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti tarian, pencak silat, dan iringan musik dambus. Dalam pesta adat ini, ada beberapa penampilan yang tak kalah menarik dalam menyambut para tamu undangan, seperti penampilan para penari dan atraksi pencak silat.
Uniknya, pada saat penampilan ini ditampilkan, para pejabat dan penonton yang datang menyaksikan penampilan ini memberikan saweran kepada para penari dan pemain pencak silat tersebut.
Bupati Bangka Barat Markus mengatakan, kegiatan ini merupakan warisan leluhur masyarakat adat Ketapik yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Zulhijah atau setelah Hari Raya Iduladha.
Pesta adat ini juga biasanya disebut oleh masyarakat Kacung dengan sebutan “Panggil” yang berarti memanggil sanak saudara, teman, kerabat, handai taulan untuk beramai-ramai datang ke Desa Kacung untuk menghadiri acara adat ini.
“Acara ini berupa tradisi arak – arakan Sador – Sador bagi anak yang menamatkan bacaan Al-Qur’annya yang ditutup dengan khataman Al-Qur’an di masjid,” kata Markus.
Dikatakan Markus, di malam harinya sebelum pesta adat Panggil, masyarakat setempat juga melaksanakan acara Ngasoh Kembang yang dimeriahkan oleh rebana, marawis, barzanji, semarangan di balai adat masyarakat Ketapik untuk memeriahkan hati anak – anak yang mengkhatamkan Al-Qur’an.
Markus menegaskan event adat Panggil ini merupakan aset budaya daerah Bangka Barat yang harus dipertahankan, dikembangkan dan ditingkatkan karena merupakan salah satu wisata budaya.
Untuk itu, kata Markus, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat sangat mendukung kegiatan ini dengan memasukkan sebagai adat istiadat pada objek pemajuan kebudayaan di Kabupten Babar.
“Dengan dukungan ini diharapkan Desa Kacung dapat meningkatkan potensi lainnya dalam pokok pikiran kebudayaan daerah,” tutup Markus. (IBB)












