WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar rapat paripurna dalam agenda pembahasan terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029.
Acara yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna Junjung Besaoh, Rabu (11/6) itu, selain menyampaikan pembahasan RPJMD juga membahas 2 inisiatif DPRD yakni pengembangan budaya literasi dan tata cara penyusunan program pembentukan peraturan daerah.
Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Basel Kamarudin, dan didampingi Wakil Ketua Rusi Sartono, serta dihadiri oleh Anggota lainnya.
Turut hadir dalam paripurna tersebut Bupati Basel Riza Herdavid, bersama sejumlah perwakilan Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Basel Hepi Nuranda, dan Kepala OPD Pemkab Basel.
Wakil Ketua DPRD Basel Kamarudin mengatakan, dalam paripurna kali ini ada 3 poin yang disampaikan dan 2 diantaranya merupakan inisiatif DPRD yakni pengembangan budaya literasi dan tata cara penyusunan program pembentukan peraturan daerah.
“Sedangkan, untuk RPJMD itu sekarang ini adalah rancangan akhir yang akan dibahas oleh DPRD. Setelah itu baru kita akan membentuk rancangan peraturan daerah,” kata Kamarudin.
Menurut dia, untuk visi misi yang disampaikan oleh Bupati telah disetujui oleh seluruh fraksi untuk dibahas lebih lanjut.
“Jadi, fokus RPJMD Bangka Selatan 2025-2029 adalah sesuai visi misi Bupati Bangka Selatan, yaitu mengarah pada kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Riza Herdavid menyampaikan, dalam paripurna kali ini ada banyak hal yang termuat dalam RPJMD untuk 4 tahun ke depan.
“Tentunya kita fokus pada permasalahan. Dan kita harus memberikan langkah-langkah yang betul-betul ke arah pembangunan jangka menengah dan jangka panjang. Yang jelas, visi misi paparan pada hari ini adalah bagaimana masyarakat betul-betul merasakan apa yang kita kerjakan dari pemerintah eksekutif dan legislatif,” kata dia.
Riza juga berharap kepada anggota DPRD Basel untuk terus membahas langkah-langkah strategis dengan perangkat daerah.
“Agar apa yang kita rencanakan ini betul-betul memberikan hasil dampak yang positif kepada masyarakat Bangka Selatan secara keseluruhan dan berkeadilan,” pungkasnya. (Ang)












