WARTABANGKA.ID, MENTOK – Bupati Bangka Barat, Markus menyampaikan pidato sambutan perdananya usai dilantik menjadi kepala daerah pada rapat paripurna di Gedung Mahligai Betason 2 Kantor DPRD, Kecamatan Mentok, Senin ( 10/6).
Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Bangka Barat Badri Syamsu didampingi wakil ketua 1 dan 2 H. Oktorazsari dan Samsir serta dihadiri Wakil Bupati Yus Derahman perwakilan Pemprov Bangka Belitung, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, kepala desa, perwakilan instansi vertikal dan tamu undangan lainnya.
Dikatakan Markus, melalui visi kepemimpinan Bangka Barat 2025 – 2030 “Bermartabat” yaitu berkeadilan, makmur, tangguh dan bersahabat, dirinya ingin mewujudkan Bangka Barat menjadi daerah yang berdaya saing, memiliki masyarakat yang cerdas, inovatif dan religius.
“Daerah yang dapat memakmurkan masyarakat dengan potensi sumber daya yang dimiliki serta ketersediaan infrastruktur yang memadai serta tangguh dalam di persaingan dunia,” kata Markus saat rapat paripurna penyampaian pidato sambutan Bupati, Senin ( 10/6 ).
Menurutnya, dalam mewujudkan visi tersebut, ada lima misi yang diusung. Pertama, mempercepat pembangunan dan pariwisata infrastruktur melalui pengembangan perbaikan jalan, rumah sakit, lembaga pendidikan, terminal, pengembangan pariwisata sejarah serta kelautan maupun penataan daerah.
Kedua, meningkatkan investasi dan ekoνομι kreatif/umkm lapangan guna menciptakan pekerjaan serta kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, mewujudkan sumber daya manusia cerdas, berkualitas, kreatif dan berdaya saing tinggi. Keempat, melahirkan masyarakat religius, sehat, bahagia, berbudaya, produktif, dan peduli terhadap lingkungan.
Kelima, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel dengan kepemimpinan yang kolaboratif dan inovatif.
Markus melanjutkan, visi dan misi tersebut akan dituangkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Bangka Barat tahun 2025-2030 yang nanti akan menjabarkan secara jelas dengan tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan serta program prioritas pembangunan kabupaten Bangka Barat selama 5 tahun kedepan.
RPJMD tersebut akan menjadi pedoman di menjalankan dalam penyelenggaraan roda pembangunan daerah selama 5 tahun kedepan.
“Untuk itu, kami mengajak seluruh pihak untuk dapat berkontribusi dalam sumbang saran dan masukannya di dalam proses penyusunan RPJMD tersebut,” ujar Markus.
“Keberhasilan roda penyelenggaraan pemerintahan daerah tidak dapat ditentukan oleh pihak eksekutif saja, namun perlu dukungan serta sinergitas lintas sektor didalam merumuskan, menjalankan dan mengevaluasi pembangunan secara bersama-sama dengan tujuan untuk kemakmuran masyarakat daerah,” sambungnya.
Selanjutnya, kata Markus, seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Bangka Barat memiliki sumber daya yang potensial untuk dapat dikelola. Namun tentunya di dalam pengelolaannya harus dilakukan secara bijak dan berwawasan lingkungan.
Apalagi menurutnya, usia Kabupaten Bangka Barat yang telah menginjak angka 22 tahun ini tentunya tidak hanya dipandang sebagai daerah yang baru ingin berkembang, namun sebenarnya telah memasuki kategori daerah yang telah settle di dalam pembangunan daerah.
“Namun kami memahami pelaksanaan pembangunan bahwa daerah tidaklah semudah yang dibayangkan,” katanya.
“Terdapat banyak tantangan dan kendala yang dihadapi oleh daerah di dalam keberlangsungan penyelenggaraan daerah tersebut, mulai dari keterbatasan penganggaran, SDM yang minim dan belum berdaya saing, keterbatasan infrastruktur serta reformasi birokrasi yang belum optimal dan berbasis digitalisasi teknologi menjadi beberapa catatan terhadap permasalahan pembangunan yang ada,” lanjutnya.
Dirinya sangat menyadari bahwa kondisi pembangunan di Kabupaten Bangka Barat masih perlu dibenahi. Akan tetapi, untuk membenahi hal-hal yang disebutkan di atas tentunya memerlukan dukungan dan sinergitas stakeholder dalam proses pembangunan sehingga diperlukan sebuah perencanaan yang tersistematis, holistik dan integratif di dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada.
Di era globalisasi yang penuh dengan kompleksitas dan tantangan, kolaborasi menjadi mencapai kunci untuk mencapai tujuan bersama. Dalam berbagai bidang, mulai dari pembangunan ekonomi, sosial, hingga lingkungan, kolaborasi antar berbagai pihak dengan keahlian dan perspektif yang berbeda menjadi semakin penting.
Salah satunya dengan pembangunan konsep pentahelix. Konsep ini melibatkan lima elemen kunci yaitu pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Kelima elemen ini bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan memanfaatkan kekuatan dan sumber daya masing-masing.
“Konsep pentahelix menawarkan solusi inovatif untuk berbagai permasalahan. dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya dari berbagai pihak, pentahelix memungkinkan terciptanya solusi yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan,” tutup Markus. ( IBB )












