WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Nelayan Sungkur di sekitar pesisir Pantai Tanjung Ketapang, Toboali, Bangka Selatan, menikmati hasil tangkapan udang rebon yang melimpah sejak Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.
Hasil melimpah tersebut sudah di rasakan nelayan Sungkur ini sejak 2 hari terakhir, dimana para nelayan pesisir ini mendapatkan hasil yang memuaskan.
Salah seorang nelayan, Avin mengatakan, dalam 2 hari terakhir dia turun melaut dan hasilnya sangat menggembirakan.
“Kalau kemarin saya dapat satu baskom penuh, hari ini Alhamdulillah bisa penuh satu karung. Lokasi nyungkurnya di Pantai Batu Perahu dan sekitarnya,” kata Avin kepada media ini saat menjemur hasil tangkapannya, Sabtu (7/6).
Menurut Avin, udang rebon biasanya hanya bisa ditangkap dalam jumlah besar pada waktu-waktu tertentu, salah satunya saat momen hari besar seperti sekarang. Ia menyebut hampir seluruh nelayan yang melakukan aktivitas Sungkur kali ini berhasil mendapatkan hasil melimpah.
“Saat ini kondisi air juga bagus, sedang taru airnya, itu juga jadi salah satu faktor kenapa hasil tangkapan kami banyak. Ini kebetulan hasil sudah penuh jadi bawa pulang dulu untuk dijemur. Kalau masih ada waktu bisa jadi turun lagi ke laut,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil tangkapan tersebut langsung dijemur untuk kemudian diolah menjadi bahan utama pembuatan belacan atau terasi udang khas Toboali.
“Hasilnya langsung saya jemur, lalu diolah untuk dijadikan belacan atau terasi asli dari Toboali,” katanya.
Avin juga menjelaskan bahwa produk olahan terasi dari udang rebon asli tersebut memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
“Kalau sudah diolah jadi belacan, harganya lumayan. Selain bisa dijual, bisa juga untuk konsumsi sendiri, karena bahan bakunya kami kelola langsung,” pungkasnya. (Ang)












