WARTABANGKA.ID, KOBA – Sebanyak 335 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah formasi tahun 2024 resmi dilantik, pada Kamis (22/5).
Rinciannya dari total pegawai yang dilantik yakni 45 orang CPNS, 290 PPPK, sehingga total yang dilantik yakni 335 orang.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman ini menjadi momen penting yang menandai awal perjalanan formal mereka sebagai bagian dari ASN di Bangka Tengah.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melantik dan mengambil sumpah teman-teman CPNS dan PPPK tahap 1 formasi 2024, kita ingin mereka semakin bersemangat dalam bekerja, yang tadinya honorer, sekarang berstatus menjadi PPPK,” ucap Algafry pada acara yang dilaksanakan di GSG Bangka Tengah.
Menurut Algafry, dengan menjadi ASN, maka tanggungjawab semakin bertambah dan harus berintegritas.
“Saya yakin mereka mampu melakukannya tugasnya dengan baik, dan harus diingat bahwa profesi ini adalah amanah bukan hak, jabatan ini hanya satu, tidak bisa diobral-obral,” terang Algafry.
Ia juga mengingatkan, agar ASN yang dilantik tidak pindah-pindah dan menggadaikan SK-nya
“Gadai SK kalau bisa jangan, hati-hati berhutang, itu membuat kepala pusing,” imbuhnya.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bangka Tengah (Sekda Bateng), Syarifullah Nizam mengatakan untuk anggaran CPNS dan PPPK formasi 2024 juga sudah siap.
“Iya kita akan melakukan pelantikan CPNS dan PPPK tahap 1 formasi 2025 sesuai mekanisme, kepada kawan-kawan yang lulus juga akan dijelaskan hak dan kewajiban sebagai ASN,” ujarnya.
“Sebelumnya, Bupati Algafry juga sudah bertanya dan meminta, apakah anggaran CPNS dan PPPK ini siap dan kita pastikan anggaran tersedia,” sambungnya.
Sebagai, pimpinan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Bangka Tengah, PJ Sekda Syarifullah juga mengingatkan bahwa menjadi ASN adalah bentuk pengabdian sebagai pelayan publik dan masyarakat.
Selain itu, Syarifullah menjelaskan, ada tiga hal yang harus dimiliki ASN, yakni menguasai literasi, numerasi dan pengembangan karakter.
“Dengan tiga modal ini, saya yakin ASN bisa memberikan pelayanan terbaik, namun yang terpenting ada 4 strategi yakni kelola hati, pikiran, rasa dan raga kita,” tutupnya. (**)












