WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) dalam mendukung sektor peternakan mulai menunjukkan hasil.
Melalui program bantuan sepasangan calon Indukan ternak pada 2024 lalu, sejumlah peternak kini merasakan dampak positifnya.
Peternak babi di Toboali, Akhiong mengaku awalnya hanya menerima sepasang calon indukan atau 2 ekor babi. Setelah tekun merawat dan dikembangkan, jumlahnya kini sudah mencapai sekitar 40 ekor.
“Dua ekor itu saya terima tahun lalu. Sekarang jumlahnya sudah jadi 40-an. Kalau usianya sudah 4 bulan, Babi-babi ini sudah bisa dipasarkan,” kata Akhiong, Rabu (14/5).
Ia menjelaskan, sebagian besar pembelinya berasal dari wilayah Toboali. Selain itu, ada pula pengepul yang membeli sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
“Meski begitu, harga daging babi saat ini mengalami penurunan dari Rp 58 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram,” ujarnya.
Sedangkan, terkait pakan, Akhiong memanfaatkan bahan murah dan mudah didapat, seperti onggok (ampas ubi) yang dibeli seharga Rp 600 per kilogram, serta tambahan pakan dari talas, pepaya, dan dedak.
“Kami sangat terbantu dengan program ini. Harapannya, tahun ini bisa dapat bantuan lagi supaya peternakan kami makin berkembang,” katanya.
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Basel dari Fraksi Demokrat, Suwandi menyebut bantuan produktif seperti ini sangat tepat sasaran.
Menurutnya, dukungan pemerintah di sektor-sektor produktif bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama di masa sulit seperti sekarang.
“Bantuan ini berdampak besar bagi masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan, juga bisa membuka lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan,” pungkasnya. (Ang)












