Launching GATI Dan Layanan MOP Di Puskesmas Air Itam Pangkalpinang Targetkan 22 Peserta

module:1facing:0; ?hw-remosaic: 0; ?touch: (0.3583333, 0.3583333); ?modeInfo: ; ?sceneMode: Hdr; ?cct_value: 0; ?AI_Scene: (-1, -1); ?aec_lux: 0.0; ?hist255: 0.0; ?hist252~255: 0.0; ?hist0~15: 0.0; ?module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.3583333, 0.3583333); modeInfo: ; sceneMode: Hdr; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
WARTABANGKA.ID — Kementerian  Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN / Perwakilan BKKBN Bangka Belitung ikut menyelenggarakan pelayanan Medis Operasi Pria (MOP) atau Vasektomi
serta ikut menyaksikan peluncuran  program Quick Win Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan atau Kepala BKKBN Dr.H.Wihaji,,S.Ag,M.pd secara virtual bertempat di Puskesmas Air Itam Pangkalpinang, Senin (21/4).
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa mengatakan tujuan Gerakan Ayah Teladan Indonesia ini adalah agar peran ayah dalam mendidik putra putrinya sama dengan peran ibu.
“Jadi tujuannya adalah agar peran ayah sama dengan ibu, karena selama ini peran dalam mendidik anak itu tidak berimbang, banyaklah ibu misalnya dalam mengurusi anak,ngantar anak, ikut rapat masalah anak di sekolah kebanyakan ibu – ibu, jadi dengan adanya launching ini nanti perannya berimbanglah,”ujarnya.
Fajar Supriadi juga menuturkan bahwa peran ayah juga sangat di perlukan dalam mencegah kenakalan remaja dalam mengurusi dan mendidik anak – anaknya.
Selanjutnya Launching Gerakan Ayah Teladan Indonesia ini bersamaan dengan pelayanan MOP (Vasektomi) sekaligus juga bertepatan dengan peringatan hari Kartini.
“Launching ini bersamaan dengan pelayanan MOP, dan program ini memang sudah jalan, kita sebenarnya hari ini menargetkan 22 peserta vasektomi dan hari ini baru tercapai 9 orang yang berasal dari belitung 3 orang, Pangkalpinang 2 orang, Bangka Tengah 1 orang dan Bangka 3 orang,”ungkapnya.
“Antusias masyarakat dalam program MOP di babel cukup bagus, hanya ada beberapa kendala pada peserta jika batal seperti terkendala kesehatan atau belum ada kesepakatan antara suami dan istri, dan usia yang dianjurkan ikut MOP ini bagusnya di bawah 35 tahun,”tambah Fajar Supriadi.(ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *