Bupati Algafry Resmikan 119 Unit Rumah Layak Huni di Desa Kurau dan Kurau Barat

‎WARTABANGKA.ID, KOBA – Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman dan Wabup Efrianda meresmikan pembangunan perumahan swadaya dan relokasi di Desa Kurau dan Kurau Barat, Kecamatan Koba pada Rabu (26/3).

‎Algafry Rahman merasa sangat bersyukur pihaknya telah berhasil membangun rumah swadaya tahap pertama atau sebanyak 119 unit di Desa Kurau dan Kurau Barat.

‎Pembangunan rumah swadaya tersebut dalam rangka merelokasi masyarakat Kurau dari pemukiman sebelumnya yang berada di lokasi yang dilarang.

‎”InsyaAllah ke depan, akan ada 70 unit rumah tambahan lagi termasuk PSU yang lama dan baru berencana akan kita bangun kembali,” ucapnya.

‎Selanjutnya, Pemkab Bateng sedang berproses mengajukan master plan ke pemerintah pusat dalam rangka pembangunan rumah swadaya di Batubelubang dan Sungaiselan.

‎Pemkab Bateng memang sedang fokus memprioritaskan pembenahan rumah masyarakat yang berada di dekat wilayah pesisir pantai.

‎”Rumusan program ketika saya menjadi bupati Bangka Tengah, memang itu (kawasan kumuh) yang pertama kali harus kita benahi, supaya tidak ada lagi muncul bahasa kumuh,” ujarnya.

‎Sementara itu, lokasi lama yang menjadi tempat tinggal masyarakat relokasi akan dibongkar oleh pemerintah kabupaten, lalu direncanakan pembangunan dermaga kecil atau jeti.

‎Algafry Rahman sudah berkomunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait pembangunan talut, pengerukan sampai dengan cekdam sampai ke ujung Desa Penyak.

‎”Saya mimpinya itu, kalau beliau (nelayan) pergi ke laut, istrinya melepas kepergian itu di depan jeti sambil melambai-lambaikan tangannya, cita-citanya begitu, designnya,” tuturnya sambil bercanda.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Dinperkimhub) Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, mengatakan untuk satu rumah yang dibangun dianggarkan Rp70 juta/rumah.

‎”Ada 119 unit rumah yang dibangun, dengan rincian 34 rumah di Desa Kurau dan sisanya di Desa Kurau Barat,” ungkapnya.

‎Ia juga menjelaskan, sumber dana anggaran merupakan kolaborasi dari Kementrian PUPR, APBD dan CSR.

‎”Rumah senilai Rp70 juta ini adalah permanen dengan 2 kamar, 1 kamar mandi dan kententuan lainnya sesuai standar rumah layak huni, semoga bermanfaat,” tutupnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *