WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menargetkan penanaman jagung seluas 260 hektare pada tahun 2025.
Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Asta Cita dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Plt Kepala DPPP Basel Risvandika mengatakan, bahwa sejumlah kecamatan di Basel telah mulai menanam jagung, dengan luas lahan mencapai hampir 60 hektare.
“Seperti Kecamatan Toboali, Lepar, Pulau Besar, Tukak Sadai, Simpang Rimba, dan Payung sudah mulai menanam jagung, dan seluruhnya kita akan mencapai target 260 hektare,” kata Risvandika, Kamis (6/3).
Menurut dia, Jagung menjadi salah satu bahan pokok penting dalam ketahanan pangan, terutama di daerah-daerah yang mengandalkan jagung sebagai pengganti nasi.
“Meskipun Bangka Selatan bukanlah daerah penghasil jagung utama, tetapi Pemda melalui Dinas Pertanian , Pangan, Perikanan Bangka Selatan tetap mendukung program pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan dengan menanam jagung,” ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung yang dibeli oleh Bulog ditetapkan sebesar Rp 5.500 per kilogram.
“Dan, harga tersebut sudah sesuai instruksi yang ditetapkan dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (Ang)












