WARTABANGKA.ID, KOBA – Seorang anak di bawah umur menjadi korban penganiaayaan yang diduga dilakukan sejumlah pemuda mabuk di Jalan Jongkong, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah pada Jumat (14/2) malam.
Menurut keterangan ibu korban, awalnya sang anak hendak pulang dari toko, namun tiba-tiba dihadang para pemuda mabuk. Para pelaku langsung melakukan penganiayaan. Korban dikeroyok hingga dianiaya diduga menggunakan kayu dan batu.
Korban ternyata memiliki riwayat penyakit Thalasemia (kelainan darah) dan rutin melakukan tranfusi darah 3 minggu sekali.
Ibu korban juga meminta agar pelaku menyerahkan diri, daripada dijemput paksa oleh pihak kepolisian. Ia sudah melaporkan kasus tersebut ke Polres Bangka Tengah.
“Lebih baik menyerahkan diri, daripada dijemput, saya tidak ridho anak saya dibuat seperti ini,” ucap ibu korban, Selasa (18/2).
Ia berharap, para pelaku dapat segera tertangkap dan dihukum atas perbuatannya.
“Anak saya dari lahir punya penyakit Thalasemia, anakku hidup diobat pakai darah orang, tranfusi darah, Alhamdulillah sampai sekarang sehat, ke sana ke sini berobat biar sehat, datang mereka ngentem (mukul-red) anak kami dari belakang, semoga segera tertangkap orang yang buat celaka anak kami,” harapnya.
Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha membenarkan adanya laporan kasus penganiayaan di Kecamatan Koba.
“Benar ada laporannya, korban berinisial RS,” ujar AKBP Pradana Aditya saat dikonfirmasi, Selasa (18/2).
AKBP Pradana menuturkan, diduga ada sekitar 5 pelaku yang dilaporkan dan pihaknya masih mencari keberadaan pelaku.
“Sampai saat ini masih penyelidikan dan kita kejar para pelakunya,” tutupnya. (**)












