WARTABANGKA.ID, KOBA – Para pelaku UMKM di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) masih banyak yang menggunakan sistem tradisional dalam memasarkan produknya.
Hal itu diungkapkan Kepala DisperindagUMKM Bateng, Irwandi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/1).
Irwandi mengatakan, dari 25.328 UMKM yang terdaftar, hanya 50 persen saja yang melek digital.
“Data yang ada di kita ini ada sekitar 25328 pelaku UMKM dan yang melek digital sekitaran 50 persen,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh disperindagkop-UMKM dalam mengembangkan UMKM di Bateng.
“Pertama kita sedang defisit, kedua daya beli masyarakat dan ketiga karena banyak UMKM yang memang masih memerlukan bantuan, ” jelasnya.
Ia menambahkan, selain beberapa kendala teknis, dalam memanggil masyarakat untuk belanja juga perlu event UMKM agar masyarakat tertarik untuk datang ke Bateng.
“Kita perlu event UMKM, tapi kita juga masih pemulihan keuangan karena kemaren defisit. Jadi agak sulit mau mengadakan event untuk masyarakat,” tuturnya.
“Tapi kami tidak putus semangat, kami akan terus berupaya untuk membuat event dan mensukseskan event di Bangka Tengah,” sambungnya.
Ia juga mengungkapkan, akan melakukan beberapa perbaikan untuk sarana dan prasarana jualan UMKM seperti pasar dan juga puja sera di Bangka Tengah serta pemberian pendampingan dan pembinaan.
“Kami akan terus memberikan pendampingan dan pembinaan serta membantu UMKM kita dalam hal produksi, sertifikasi halal dan juga pengemasan produk. Termasuk pemasaran digital yang mengacu pasar hingga internasional,” tutupnya. (**)












