Saluran Irigasi di Desa Rias Tercemar Limbah Diduga Akibat Aktivitas Tambang, Petani Khawatir Gagal Panen

WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan sawah 3 Balai Benih, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), diduga tercemar limbah tambang.

Bahkan, tercemarnya irigasi pengairan sawah ini memicu kekhawatiran para petani yang mengancam gagal panen, sebab air yang sebelumnya jernih kini berubah warna menjadi keruh diduga sudah mengandung limbah sisa dari aktivitas pertambangan.

Para petani menduga, pencemaran tersebut berasal dari limbah akibat aktivitas tambang timah yang berada di hulu sumber pengairan yang berlokasi di eks sirkuit balap kross lama yang berada di belakang balai benih, Desa Rias yang dibuang begitu saja sehingga mengalir ke irigasi pengairan sawah.

Seorang petani setempat Desri mengatakan, bahwa pencemaran ini mulai terlihat beberapa pekan terakhir. Air irigasi yang biasa digunakan untuk mengairi sawah tidak lagi layak karena diduga tercampur limbah tambang.

“Airnya keruh, kami takut padi akan rusak karena limbah yang telah bercampur dengan air bersih yang biasa digunakan untuk sawah kami ini. Kalau terus begini, kami khawatir hasil panen tahun ini gagal,” kata Des, Kamis (9/1).

Menurutnya, dugaan irigasi sawah mereka yang tercemar ini lantaran sudah 3 hari tidak ada hujan, namun air yang paginya jenih sorenya jadi keruh.

“Mungkin mereka beraktivitasnya siang sampai sore, jadi pas sore itu air mulai kelihatan keruh, kalau pagi bening tapi menyisakan bekas-bekas didasarnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, pencemaran ini tidak hanya berisiko pada gagal panen, tetapi juga merusak struktur tanah sawah, yang dapat memengaruhi produktivitas dalam jangka panjang.

“Biasanya kalau air sudah tercemar takutnya struktur tanah di sawah ikut tercemar juga dan sudah pasti struktur tanah akan rusak,” ujarnya.

Atas kejadian ini, ia meminta, agar pihak terkait segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini, agar tidak merugikan petani dan gejolak dikemudian hari.

“Kami berharap pemerintah dan pihak terkait menindaklanjuti keluhan kami ini. Jangan sampai sawah yang menjadi ketahanan pangan di Bangka Selatan dan mata pencaharian kami sebagai petani terancam,” tegasnya.

Sementara itu, menanggapi perihal tersebut Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan (DPPP) Basel Risvandika saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kamis (9/1) membenarkan adanya laporan tersebut, dan sudah dilakukan pengecekan ke lokasi.

“Sudah kami cek di lapangan,” ujarnya.

Menanggapi dugaan adanya aktivitas penambangan di hulu yang diduga mencemari saluran irigasi, ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan persuasif dengan Satpol-PP dan Kepolisian untuk tindakan lebih lanjut.

“Kalau kami dinas koordinasi dan persuasif yang tindakan ada di badan satpol PP kite dan polres, kami tindak lanjuti dulu aok,” pungkasnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *