6 Truk Diduga Muatan Pasir Timah Ilegal dari Belitung Masuk Bangka Lewat Jalur Pelabuhan Sadai

Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan. Foto: Dok/Angga 

WARTABANGKA.ID, TUKAK SADAI – Sebanyak 6 truk diduga bermuatan puluhan ton pasir timah ilegal lewat jalur pelabuhan penyeberangan dari Tanjung RU Belitung menuju Pelabuhan Sadai Bangka Selatan menggunakan KMP Menumbing Raya telah tiba dan bersandar di dermaga padaJumat (8/11) sekitar pukul 02.50 Wib.

Kendati demikian, meskipun KMP Menumbing Raya telah bersandar, kendaraan yang berada di dalam masih belum bisa melakukan bongkar isi muatan. Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat kapal hanya menurunkan penumpang orang saja, tidak terlihat adanya bongkar muatan maupun kendaraan mini bus hingga truk yang turun.

Diketahui, kondisi air laut yang sedang surut menjadi penyebab bongkar muatan pun tidak bisa dilakukan. Berdasarkan, informasi yang diterima dari salah satu penuturan ABK bongkar muat baru bisa dilakukan diperkirakan pukul 07.00 WIB.

Tak hanya itu, dari hasil pantauan di lokasi terlihat di antara penumpang yang turun ada salah satu bos tambang asal Toboali dengan sejumlah anak buahnya melintas keluar dari gerbang pelabuhan menuju ke area parkir.

Hingga, pukul 04.00 WIB, bos timah itu masih terpantau masih berada di area parkir sedangkan para penumpang yang datang bersamaan sudah terlihat sepi meninggalkan kawasan Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan.

Namun, belum pukul 07.00 Wib yang diperkirakan ABK, muatan KMP Menumbing Raya sudah mulai keluar dari badan kapal, terpantau juga beberapa truk yang keluar pintu gerbang pelabuhan kompak tidak menghidupkan lampu utama padahal kondisi saat itu masih gelap sekitar pukul 04.15 Wib.

Bahkan, terpantau juga dua kendaraan roda 4 jenis minibus yang telah stay di depan gerbang langsung mengawal konvoi truk yang diduga bermuatan puluhan ton pasir Timah. Tak hanya itu, awak media juga terus membuntuti konvoi truk dengan pengawalan 2 minibus tersebut hingga melewati Mapolres Bangka Selatan dan melaju mulus ke arah Pangkalpinang.

Sebelumnya ramai diberitakan, sebanyak 6 truk muatan pasir timah diduga ilegal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Ru Kecamatan Badau Kabupaten Belitung, sore tadi, Kamis (7/11/2024).

Kapal yang ditumpangi 6 truk pengangkut pasir timah tersebut diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Sadai Kabupaten Bangka Selatan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari nanti.

Informasi yang dihimpun, 6 truk muatan pasir timah itu diduga akan diselundupkan ke Pulau Bangka dan akan dilebur menjadi balok ke salah satu smelter di Bangka.

“Benar bang, baru berangkat tadi sore dari Pelabuhan Tanjung Ru sebanyak 6 truk masing -masing 10 ton, total 60 ton pasir timah kering,” kata sumber terpercaya media ini, Kamis (7/11).

“Info yang saya dapat 6 truk muatan pasir timah itu punya TU. Timahnya gak usah ditanya sudah jelas dari meja meja goyang yang ada di Beltim. Abang nanti ke Belitung coba cek lokasi Ijin Usaha Pertambangan (IUP) mereka apakah beroperasi atau hanya pajangan,” tambahnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *