WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG – Ketua Sementara DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya mengungkapkan ada 400 lebih dari jumlah 3.200 tenaga honorer di lingkup Pemprov Babel yang tidak aktif bekerja tapi masih menerima gaji.
Hal ini diungkapkan Didit saat rapat dengar pendapat terkait persiapan pembahasan anggaran dan belanja daerah tahun 2025 serta rencana pengesahan PPPK Pemprov Babel tahun 2024 di Ruang Badan Anggaran DPRD Babel, Rabu (25/9).
“Kita menemukan ada indikasi terhadap honorer di Provinsi Babel dari jumlah 3. 200, sekitar 400 lebih tidak aktif bekerja tapi tetap terima gaji. Dan contoh di DPRD ini yang aktif bekerja sekitar 148 orang yang tidak aktif bekerja sekitar 50 orang,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu dengan honorer di DPRD untuk membahas kinerja para honorer.
“Jalau tidak aktif bekerja, ya mohon maaf, tidak akan dipertahankan karena percuma, tidak bekerja tetapi tetap terima gaji hanya membebankan anggaran kita apalagi saat ini dalam keadaan defisit,” jelasnya.
Didit menerangkan memang terjadi penurunan luar biasa pada APBD, semula dari Rp3,1 triliun menjadi Rp2,27 triliun dengan artian kurang lebih hampir Rp900 miliar berkurangnya APBD untuk tahun 2025.
“Jadi tugas kita bagaimana menutup defisit dalam pembahasan APBD, yang kedua kita sudah sepakat untuk TPP ASN maupun gaji honor tetap tidak ada pengurangan dan tidak ada pemotongan dan saya sampaikan bahwa kita sudah punya solusi untuk menutupi defisit,” pungkasnya. (**)












