WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG – Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya menegaskan akan ada sanksi dari partai jika Imam Wahyudi terbukti melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Menurut Didit, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus yang menimpa Imam Wahyudi yang baru dilantik sebagai anggota DPRD Babel tersebut kepada kepolisian.
“Soal perkara yang sedang dialami oleh Imam Wahyudi, semua diserahkan kepada pihak yang berwajib. Itu masalah pribadi beliau (Imam-red), tidak ada urusan dengan PDIP, tidak ada urusan dengan Rudianto Tjen,” ujar Didit ditemui usai acara pelantikan anggota DPRD Babel terpilih, Selasa (24/9).
Didit menegaskan jika terbukti bersalah, PDIP tidak akan memberikan pendampingan hukum kepada Imam Wahyudi.
“Kalau memang terbukti akan ada sanksi dari partai, tidak akan memberikan pendampingan hukum kepada saudara Imam, kalau salah tidak akan dibela,” kata Didit.
Sementara itu, Imam Wahyudi enggan berkomentar soal kasus yang menimpanya. Saat hendak dikonfirmasi usai dilantik sebagai anggota DPRD Babel, Imam bergegas meninggalkan gedung DPRD.
“Nanti saja, nanti ada waktunya,” ujar Imam singkat.
Sebelumnya, Imam Wahyudi diperiksa penyidik Unit PPA Polresta Pangkalpinang pada Senin (23/9). Ia dicecar sebanyak 23 pertanyaan terkait dugaan KDRT terhadap IS, istrinya.
“Betul, sedang menjalani pemeriksaan, ada 23 pertanyaan yang penyidik ajukan kepada saudara Imam, kami juga mengumpulkan barang bukti dan nantinya akan gelar perkara dalam waktu dekat, hasilnya akan kami sampaikan,” ucap Kepala Unit PPA Polresta Pangkalpinang, Aipda Dewi.
Sementara, Kuasa hukum IS, Nina Iqbal mengatakan pihaknya sudah melaporkan kasus KDRT yang dilakukan IW ke Polresta Pangkalpinang pada Senin (11/9). Menurut Nina Iqbal, kliennya IS sudah mengalami KDRT sejak 2021. Korban dia menyebutkan mengalami kekerasan fisik, dan psikis.
“IW diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga tersebut sudah sejak lama. Padahal pernikahan dengan IS sudah dikaruniai 3 anak,” ungkap Nina. (**)












