WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Kementerian Kominfo kembali memilih dan menunjukkan Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai salah satu daerah lokasi sasaran program strategis pemerintah pusat dalam pengembangan talenta digital atau Digital Talent Schoparship.
“Alhamdulillah, Bangka Selatan kembali dipilih oleh Kementerian Kominfo sebagai salah satu daerah lokasi sasaran program strategis. Program ini adalah Digital Talent Scholarship atau Pengembangan Talenta Digital,” kata Plt Kepala Diskominfo Basel, Yuri Siswanto, Kamis (29/8).
Ia mengaku, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan skill masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital seperti marketing online, konten kreatif dan beberapa skill tematik lain.
“Adapun untuk tahapan programnya sudah dimulai pada Agustus ini, dimana kami melakukan pemetaan dan mengusulkan bidang skill yang diprioritaskan. Untuk pelaksanaan kegiatan up skilling nya sendiri akan dilaksanakan tahun depan, dengan menargetkan ratusan orang sebagai sasaran program ini,” ujarnya.
Ia berharap, mudah-mudahan pelaku UKM, pelaku ekonomi kreatif dan segmen masyarakat yang memiliki atensi terhadap pemanfaatan teknologi digital bisa disasar secara maksimal melalui program ini.
“Sebagai salah satu leading sector pemerintah daerah yang mendorong perluasan digitalisasi, Kita sangat mengharapkan program seperti ini semakin mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” harapnya.
Lebih lanjut, kata dia, dalam transaksi perekonomian digital saat ini bertumbuh pesat, bahkan mulai mengeliminir transaksi konvensional. Berbagai platform e-commerce saat ini sangat bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya, bahkan tidak lagi melihat batas batas geografis.
“Ini adalah peluang sekaligus tantangan bagi daerah kita untuk bersaing. Tentunya syarat untuk bisa bersaing adalah memahami literasi digital sekaligus memiliki talenta digital. Di sisi aspek demografis, Bangka Selatan saat ini yang didominasi oleh milenial, gen z dan gen alpha,” katanya.
“Segmen ini yang memang secara karakteristik dan identitasnya tidak dipisahkan dengan teknologi informasi. Ini berarti ada peluang besar bagi Kita untuk melakukan akselerasi kemajuan bagi daerah,” pungkasnya. (**)












