WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Wakil Bupati (Wabup) Bangka Selatan (Basel) Debby Vita Dewi meninjau kegiatan pelayanan pembuatan paspor dari Kantor Imigrasi Pangkalpinang di Mal Pelayanan Publik (MPP) Toboali, Kamis (26/2).
Kegiatan layanan pembuatan paspor ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui DPMPTSP dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang.
Turut hadir Kepala Kantor Imigrasi Pangkalpinang Ahmad Khumaidi beserta jajaran, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Basel Kartika, Kepala Diskominfo Yuri Siswanto, serta masyarakat yang antusias ingin membuat paspor.
Wabup Debby mengatakan, pemerintah daerah memastikan pelayanan pembuatan paspor tersedia di MPP bagi seluruh masyarakat Bangka Selatan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan yang mudah dan cepat.
“Hari ini kami pemerintah daerah memastikan bahwa di MPP ada satu pelayanan, yakni pelayanan pembuatan paspor untuk seluruh masyarakat Bangka Selatan. Ini salah satu bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang mudah dan cepat bagi masyarakat,” katanya.
Debby juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Bangka Belitung, khususnya Kepala Kantor Imigrasi Pangkalpinang Ahmad Khumaidi beserta jajaran yang hadir langsung memberikan pelayanan di Bangka Selatan.
“Alhamdulillah saya lihat antusias sekali. Sebelum pelayanan berlangsung sudah ramai sekali. Dengan kuota 40 per hari dan tambahan 10 untuk yang di lapangan, jadi total 50 per hari, semuanya dimanfaatkan dengan baik. Mudah-mudahan dengan adanya pelayanan pembuatan paspor di sini sangat membantu masyarakat kita,” ujarnya.
Layanan pembuatan paspor di Basel akan hadir 2 kali dalam sebulan dengan kuota terbatas sekitar 40 hingga 50 orang setiap kali pelayanan. Adapun layanan yang tersedia meliputi pembuatan Paspor RI baru elektronik serta penggantian paspor elektronik.
Untuk pembuatan paspor baru, masyarakat diwajibkan membawa E-KTP, Kartu Keluarga, serta akta lahir, buku nikah, atau ijazah. Sementara untuk penggantian paspor, pemohon cukup membawa E-KTP dan paspor lama.
“Setelah hari ini, Insyaallah berikutnya pada 11 Maret. Jadi Dinas PTSP perlu kita sosialisasikan kembali. Jangan sampai pelayanan pembuatan paspor di MPP ini tidak dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Momen ini harus diambil, karena jarak Bangka Selatan ke Pangkalpinang cukup jauh, sehingga pelayanan ini merupakan kemudahan yang luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Dokumen Perjalanan Kantor Imigrasi Pangkalpinang Dheka Triandy menjelaskan, pelayanan tersebut merupakan inovasi dari Kantor Imigrasi Pangkalpinang yang dinamakan Easy Paspor, yaitu layanan pembuatan paspor dengan sistem jemput bola kepada masyarakat yang jaraknya cukup jauh.
Untuk wilayah Kabupaten Bangka Selatan, khususnya di Toboali serta daerah yang cukup jauh seperti Pulau Lepar, layanan ini dinilai sangat membantu masyarakat.
“Kami berharap program ini bisa menjadi program permanen, namun ke depannya akan kita lihat kembali bagaimana bentuk PKS bersama pihak Dinas PTSP,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dari sejumlah daerah di Provinsi Bangka Belitung yang pernah dilayani, masyarakat Bangka Selatan tercatat sebagai yang paling antusias.
“Memang dari beberapa daerah yang pernah kami layani di hampir seluruh wilayah Provinsi Bangka Belitung, Bangka Selatan yang paling antusias. Hari ini kalau dilihat dari permohonannya, rata-rata untuk keperluan umroh dan wisata,” pungkasnya. (**)












