Antisipasi Bahan Berbahaya, Labkesda Basel Periksa 14 Sampel Takjil di Toboali 

Petugas memeriksa sejumlah sampel jajanan takjil di wilayah Toboali, Rabu (25/2). Foto: Angga

WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sampel jajanan takjil di wilayah Toboali, Rabu (25/2).

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan makanan bebas dari zat zat berbahaya, seperti Rhodamin, Boraxs, dan formalin. Dan menyasar pada jajanan dengan tampilan yang mencurigakan.

Kegiatan pemeriksaan tersebut dilakukan langsung oleh Tim Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Basel, dengan menyasar di 3 titik pusat keramaian jajanan.

Kepala Bidang (Kabid) pencegahan dan pengendalian Penyakit Masyarakat DKPPKB Basel Slamet Wahidin mengatakan, pihaknya bersama DKUKMindag, Puskesmas Toboali menindaklanjuti surat edaran dari Kemenkes untuk di lakukan pembinaan dan pengawasan pangan.

“Kita mengambil 3 titik lokasi pusat jajanan yang ramai diwilayah Toboali, kemudian ada 14 sampel makanan yang dilakukan pemeriksaan dengan cara di uji lab,” kata Slamet Wahidin.

Ia mengatakan, untuk 3 lokasi yang diambil sampel makanan takjil ini di Teladan 1 atau Cik Ros, Jalan Jenderal Soedirman dan Himpang Lima Habang.

“Berdasarkan pemeriksaan oleh teman teman Labkesda dari 14 sampel makanan ini semuanya aman dan tidak ada zat zat yang berbahaya seperti Rhodamin, Boraxs maupun Formalin,” ujarnya.

Adapun, jenis makanan yang diperiksa sampelnya ini semuanya berbentuk makanan padat yakni, kue kue, jajanan pasar dan lainnya. Tidak ada pemeriksaan sampel untuk minuman, karena sampel yang diperiksa tadi makanan yang dicurigai.

“Allhamdulillah,.14 sampel makanan tadi di 3 lokasi tidak ditemukan adanya zat-zat berbahaya,” ungkapnya.

Kendati tidak ditemukan jajanan takjil berbahaya, namun pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar lebih teliti serta jeli dalam memilih makanan untuk berbuka puasa nanti. Adapun caranya dengan melihat tekstur makanan, dan bau makanan tersebut.

Sedangkan kepada para pedagang agar jangan sampai menjual makanan olahan dengan menambahkan zat zat yang berbahaya. Karena bisa membahayakan bagi masyarakat yang memakannya.

“Intinya masyarakat lebih teliti ketika membeli makanan dengan melihat tekstur dan baunya. Kepada para pedagang agar jujur dan tidak menggunakan zat zat berbahaya dalam produk olahannya,” pungkasnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *