Sinergi Hexahelix Digalakkan, Pangkalpinang Siapkan Strategi Baru Perkuat Sektor Ekraf 2026

WARTABANGKA.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif (ekraf) melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, khususnya Bidang Ekonomi Kreatif, menggelar forum koordinasi bersama unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media di McD Pangkalpinang, Kamis (12/2/2026).

Forum yang dikemas dalam format sharing session tersebut menjadi wadah bertukar ide sekaligus menyerap aspirasi pelaku ekraf terkait arah pengembangan ke depan. Diskusi mencakup berbagai isu strategis, mulai dari penguatan komunitas kreatif, peningkatan kualitas produk, sinergi penyelenggaraan event, promosi, hingga integrasi ekonomi kreatif dengan sektor pariwisata.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pangkalpinang, Juhaini, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha kreatif.

Menurutnya, berbagai masukan yang dihimpun akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi kota.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara objek wisata dan aktivitas ekonomi kreatif. Pemanfaatan daya tarik wisata dinilai dapat menjadi ruang tumbuh bagi komunitas kreatif sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Pangkalpinang.

Selain itu, aspek perizinan dan dukungan terhadap penyelenggaraan event turut menjadi perhatian pemerintah agar pelaku ekraf dapat lebih leluasa berkreasi dan berkembang.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pangkalpinang, Susi Erawati, menjelaskan bahwa forum ini mengusung pendekatan kolaborasi hexahelix, yakni melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta elemen pendukung lainnya dalam membangun ekosistem ekraf secara bersama.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang menjembatani ide dan inovasi pelaku kreatif agar dapat terealisasi secara berkelanjutan.

Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah peningkatan kualitas kemasan produk lokal. Susi menilai, kemasan yang profesional dan menarik menjadi kunci agar produk ekraf Pangkalpinang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Untuk itu, pelatihan dan pendampingan akan disiapkan guna meningkatkan nilai tambah produk.

Sebagai kota yang telah menyandang predikat kota kreatif, Pangkalpinang dituntut terus berinovasi. Salah satu rencana yang disiapkan yakni pengembangan zona atau kampung kreatif yang terintegrasi dengan destinasi wisata, seperti kawasan Sejagat di Jerambah Gantung.

Konsep tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap, di mana pengunjung tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga dapat menyaksikan dan berinteraksi langsung dengan aktivitas ekonomi kreatif seperti kuliner, kriya, musik, hingga fotografi.

Dalam forum tersebut juga muncul gagasan promosi melalui karya film bertajuk Batin Tikal yang diusulkan sebagai media untuk memperkenalkan potensi lokal ke khalayak yang lebih luas.

Melalui penguatan sinergi hexahelix ini, pemerintah berharap ekonomi kreatif Pangkalpinang tidak hanya berkembang sebagai sektor usaha, tetapi juga menjadi identitas kota yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *