TMMD ke-127 Desa Penutuk Dimulai, Sekda Basel Sebut Wilayah Kepulauan Lepar jadi Sasaran Pembangunan

Prajurit mengikuti upacara pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Foto: Angga 

WARTABANGKA.ID, LEPAR – Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), disambut antusias para petani padi sawah setempat.

Program TMMD kali ini menyasar wilayah kepulauan dengan fokus pembangunan sentra pertanian guna mendukung program nasional swasembada pangan.

Ratusan personel TNI dari Kodim 0432/Basel dan Batalyon TP 845/Ksatria Satam Belitung diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan fisik dan nonfisik yang dipusatkan di kawasan persawahan barat Desa Penutuk.

Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, merupakan program terpadu antara TNI dan Pemerintah Daerah yang bertujuan mempercepat pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

TMMD ke-127 dibuka melalui apel bersama dengan inspektur upacara Sekda Basel Hepy Nuranda. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, Kasrem 045/Garuda Jaya Kolonel Inf Aliatin Mahmudi, Dandim 0432/Basel, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, PPL Pulau Lepar, manajer BP, serta para petani.

Hepy Nuranda mengatakan, untuk sasaran utama TMMD tahun 2026 adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Ini bentuk pengabdian serta kemanunggalan TNI untuk rakyat. Program TMMD terbagi menjadi kegiatan fisik dan non fisik,” kata Hepy.

Ia menjelaskan, untuk kegiatan fisik meliputi pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer, pembuatan 1 titik sumur bor, pembangunan 1 unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 200 batang pohon keras, pembersihan lingkungan, serta rehabilitasi 1 unit masjid.

Sedangkan, kegiatan non fisik mencakup penyuluhan stunting, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, penguatan kembali budaya gotong royong, penyuluhan kamtibmas, posyandu, serta Posbindu PTM.

“Kegiatan TMMD ini mencakup pengerjaan fisik dan pendekatan sosial melalui berbagai penyuluhan kepada masyarakat. Keharmonisan dan kebersamaan antara TNI dan rakyat merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Nilai itu menjadi kekuatan besar dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, seperti kemiskinan, pengangguran, dan pembangunan sumber daya manusia,” katanya.

Ia berharap, kekompakan antara TNI dan masyarakat terus terjaga meskipun program pembangunan telah selesai.

“Saya berharap keharmonisan hubungan antara TNI dan masyarakat jangan sampai pudar meskipun program pembangunan di Desa Penutuk telah selesai,” pungkasnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *