WARTABANGKA.ID, MENTOK – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar audiensi bersama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai langkah memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan keselamatan maritim.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bangka Barat Markus, didampingi Asisten II Setda Bangka Barat Heru Warsito, bersama Kepala Stasiun Bumi Bakamla Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mayor Bakamla Anton Hilman Fathoni beserta jajaran, di Ruang OR I Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat, Senin (9/2).
Kehadiran Bupati bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam pertemuan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk memperkuat kolaborasi dengan Bakamla RI dalam rangka meningkatkan keamanan, keselamatan, dan ketertiban maritim di wilayah perairan Bangka Barat.
Dalam paparannya, Mayor Bakamla Anton Hilman Fathoni menyampaikan bahwa Bakamla RI berencana membangun 35 stasiun di berbagai wilayah Indonesia, dengan Kabupaten Bangka Barat menjadi salah satu lokasi strategis yang dipertimbangkan.
Pemilihan Bangka Barat, kata Anton, didasarkan pada posisinya yang berada di jalur alur laut strategis serta perannya yang penting dalam mendukung keamanan maritim nasional.
Ia menjelaskan, keberadaan National Maritime Security System (NMSS) di Bangka Barat diharapkan memberikan sejumlah manfaat, antara lain meningkatkan keamanan dan penegakan hukum di perairan, mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), menyediakan informasi cuaca maritim yang lebih akurat, membantu pemantauan serta pencegahan kerusakan lingkungan laut, hingga membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk bergabung sebagai personel Stasiun Bakamla Bangka Barat.
“Dengan adanya NMSS, pengawasan perairan akan semakin optimal dan respons terhadap berbagai potensi ancaman dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bangka Barat Markus menyatakan dukungan penuh terhadap rencana implementasi NMSS dan pembangunan Stasiun Bakamla di wilayah Bangka Barat. Menurutnya, sistem tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah dalam menjaga keamanan laut dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung implementasi NMSS karena manfaatnya sangat besar, baik dari sisi keamanan, perlindungan lingkungan laut, maupun bagi masyarakat Bangka Barat,” kata Markus.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Bakamla RI, dan seluruh pemangku kepentingan terkait dapat terus diperkuat demi mewujudkan keamanan maritim yang optimal.
“Dengan kehadiran Stasiun Bakamla dan penerapan NMSS, kami berharap keamanan maritim semakin kuat, lingkungan laut terlindungi, serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Bangka Barat ke depan,” tutup Markus. (*/rls)












