WARTABANGKA.ID, MENTOK – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar rapat koordinasi strategis terkait evaluasi dan pemantapan program kerja Tim Pembina Posyandu Tahun 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, mengombinasikan pertemuan tatap muka dan virtual melalui platform Zoom demi menjangkau seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat kecamatan.
Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Muhammad Soleh, didampingi oleh Evi Astura Markus selaku Pembina Posyandu Bangka Barat.
Dalam arahannya, Sekda Muhammad Soleh menekankan bahwa pembagian tugas di dalam Tim Pembina Posyandu memiliki tujuan strategis untuk memastikan pelaksanaan program Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) berjalan efektif.
Selain itu, langkah ini diambil untuk memperjelas tanggung jawab internal TP Posyandu Kabupaten, meningkatkan koordinasi lintas OPD dan kecamatan, serta mendukung penuh tercapainya indikator SPM pada Tahun 2026.
“Posyandu yang sekarang harus bisa menjadi solusi bagi masalah yang dimiliki masyarakat. Warga yang memiliki suatu masalah bisa melaporkan ke dinas terkait pada masing-masing Posyandu di tempat mereka,” ujar Sekda Soleh.
Pemerintah Kabupaten juga telah menyusun roadmap kegiatan yang komprehensif untuk sepanjang Tahun 2026. Agenda dimulai pada periode Januari hingga Februari yang difokuskan pada rapat kerja awal tahun, finalisasi Rencana Kerja (Renja), pemetaan kondisi Posyandu per kecamatan, serta sinkronisasi program dengan OPD terkait. Memasuki bulan Maret dan April, kegiatan akan berlanjut pada pelatihan kader tahap I, pendataan stunting, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sanitasi, serta sosialisasi intensif mengenai program 6 SPM ke tingkat kecamatan dan desa.
Pada pertengahan tahun, tepatnya periode Mei hingga Juni, tim akan melakukan monitoring lapangan tahap I, implementasi program bidang kesehatan dan pendidikan, serta evaluasi rutin triwulan.
Sementara itu, pada periode Juli hingga Agustus, agenda akan difokuskan pada pelatihan kader tahap II, pelaksanaan program perumahan dan lingkungan, serta pemutakhiran data sosial dan bantuan sosial (bansos). Kegiatan hybrid ini diikuti oleh berbagai perwakilan instansi.
Evi Astura Markus menambahkan bahwa sinergi ini sangat krusial agar Posyandu dapat berfungsi optimal sebagai pusat layanan terintegrasi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat di Bangka Barat.
“Kita akan evaluasi dan tingkatkan semua kekurangan pada tahun kemarin. Posyandu kita harus bisa menjadi pusat layanan terintegrasi yang menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan sesuai standar SPM,” ujar Evi Astura Markus dalam sesi diskusi. ( Komdigi )












