WARTABANGKA.ID, BANGKA– Upaya pencarian terhadap Aditya (19), pemuda yang dilaporkan terseret arus di Pantai Teluk Uber, Kabupaten Bangka, membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan Aditya dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1) pagi.
Jasad korban pertama kali terlihat oleh seorang nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Titik penemuan hanya berjarak sekitar 50 meter dari tempat korban dilaporkan hilang. Tim SAR Gabungan kemudian berhasil mengevakuasi jasad tersebut pada pukul 06.30 WIB.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis akibat kondisi gelombang laut yang besar. Meski terkendala cuaca, tim berhasil menaikkan korban ke atas perahu karet (Landing Craft Rubber) Basarnas untuk dibawa ke daratan. Jenazah korban selanjutnya langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Keramat, Pangkalpinang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, I Made Junetra, mengonfirmasi keberhasilan operasi SAR tersebut. Ia mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.
“Alhamdulillah, pagi ini Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban yang tenggelam kemarin. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi seluruh unsur yang terlibat di lapangan,” ujar Junetra.
Mengingat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kepulauan Bangka Belitung belakangan ini, pihak Basarnas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat diminta untuk menunda aktivitas di laut atau setidaknya selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti pelampung jika harus melaut. Bagi warga yang memerlukan bantuan darurat, dapat menghubungi Call Center Basarnas di nomor 0811-7810-115 atau melalui emergency call 115,” katanya.












