WARTABANGKA.ID, KOBA – Banjir rob kembali menggenangi ruas jalan di depan SPBU Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, akibat pasangnya air laut yang terjadi sejak Jumat pagi.
Genangan air terus meluas hingga menutupi median jalan utama dan mengganggu aktivitas warga serta pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air mencapai 20 hingga 30 sentimeter, menyebabkan arus lalu lintas melambat, terutama bagi kendaraan roda dua yang harus ekstra hati-hati melintasi genangan. Sejumlah pengendara bahkan memilih memutar arah guna menghindari risiko terjatuh atau mogok.
Petugas Kepolisian tampak berjaga dan mengatur arus lalu lintas di lokasi banjir rob untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan. Diketahui, ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan Balai Pemeliharaan Jalan Nasional (BPJN).
Warga setempat menyebutkan, banjir rob di kawasan tersebut kerap terjadi saat curah hujan tinggi bersamaan dengan pasang air laut, serta limpahan air dari banjir di ujung jalan flyover Desa Nibung.
“Kalau air laut pasang tinggi dan hujan deras, jalan ini pasti tergenang. Sekarang air sudah sampai median jalan, kendaraan harus pelan-pelan karena tingginya sekitar 20 sampai 30 sentimeter,” ujar salah seorang warga, Sabtu (10/1)
Ia menambahkan, banjir rob mulai terjadi sejak pagi hari dan hingga siang ini ketinggian air masih terus bertambah. Dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan, namun juga pedagang di sekitar lokasi.
“Banjirnya baru pagi tadi, sekarang air makin naik. Pedagang di sekitar jalan juga ikut terdampak,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah penanganan, baik melalui perbaikan sistem drainase maupun solusi jangka panjang untuk mengantisipasi banjir rob yang kerap berulang di kawasan tersebut, terutama saat musim hujan disertai pasang air laut. (*/)












