UBB  

Putra Daerah Pangkalpinang, Ustaz Muhammad Kurnia Resmi Sandang Doktor Hukum Islam

WARTABANGKA.ID – Capaian akademik bukan sekadar prestasi personal, tetapi juga penanda keberlanjutan tradisi keilmuan. Hal itu tercermin dari keberhasilan putra daerah Pangkalpinang, **Ustaz Dr. Muhammad Kurnia, Lc., M.Ag.**, yang resmi meraih gelar **Doktor Hukum Islam** dari **Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta**, Rabu (7/1/2026).

Alumni Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga dan Universitas Al-Azhar Mesir ini dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasi berjudul *“Kepemimpinan Profetik Transformatif: Telaah Maqasid asy-Syariah Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Tahun 2009”*. Dalam sidang terbuka tersebut, ia meraih predikat **sangat memuaskan** dengan nilai kumulatif **3,86**, sekaligus tercatat sebagai **doktor ke-79** pada Program Studi Hukum Islam Program Doktor FIAI UII.

Disertasi Ustaz Kurnia dibimbing oleh **Prof. Dr. Drs. Amir Mu’allim, M.I.S.** selaku Promotor dan **Prof. Dr. Drs. Yusdani, M.Ag.** sebagai Ko-Promotor. Sidang dipimpin langsung oleh Rektor UII **Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.**, dengan Sekretaris Sidang **Dr. Anisah Budiwati, S.H.I., M.S.I.**, Ketua Program Studi Doktor Hukum Islam FIAI UII.

Adapun dewan penguji terdiri dari **Prof. Dr. Makhrus Munajat, M.Hum.**, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga sekaligus Ketua Komisi Fatwa MUI DIY, **Dr. Drs. Asmuni, M.A.**, Dekan FIAI UII, serta **Dr. Drs. Muntoha, S.H., M.Ag.**, Dosen Fakultas Hukum UII.

Dalam pemaparannya, Ustaz Kurnia menekankan bahwa kompleksitas masyarakat Indonesia yang majemuk membutuhkan model kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga berakar pada keteladanan moral dan spiritual. Menurutnya, konsep **kepemimpinan profetik transformatif** relevan untuk menjawab tantangan kebangsaan dengan mengintegrasikan nilai kenabian dan transformasi sosial demi kemaslahatan universal.

Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menganalisis hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Tahun 2009 beserta kerangka epistemologis dan kontribusinya terhadap model kepemimpinan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria pemimpin yang beriman, bertakwa, jujur, amanah, komunikatif, cakap, dan berpihak pada kepentingan umat sejalan dengan prinsip **ilmu sosial profetik** dan **Maqasid asy-Syariah**.

Lebih lanjut, model kepemimpinan tersebut dinilai mampu menjaga lima pilar kemaslahatan, yakni perlindungan agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan. Dengan demikian, kepemimpinan profetik transformatif tidak hanya menjadi ideal normatif Islam, tetapi juga dapat berfungsi sebagai panduan etis dan kerangka praktis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adil, humanis, dan visioner di Indonesia.

Sidang terbuka yang berlangsung sekitar dua jam itu turut dihadiri keluarga, kolega, serta sejumlah tokoh dan akademisi. Di antaranya Dekan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung **Dr. Jeanne Darc Noviayanti Manik, S.H., M.Hum.**, dosen Universitas Bangka Belitung, Ketua dan Sekretaris Ikatan Keluarga Nusantara (IKN) Yogyakarta **Januariansyah Arfaizar, S.H.I., M.E.** dan **Muhammad Nurhidayat, S.Sos., M.A.**, serta pengurus PS2PM Yogyakarta.

### Jejak Akademik yang Panjang dan Konsisten

Ustaz Dr. Muhammad Kurnia, Lc., M.Ag., lahir di Pangkalpinang pada 5 November 1987. Pendidikan dasarnya ditempuh di TK Setia Utama Pangkalpinang dan MI Nahdlatul Ulama Pangkalpinang, kemudian melanjutkan ke MTs Negeri Pangkalpinang. Pendidikan keagamaannya ditempa di Madrasah Aliyah Keagamaan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Sumatera Selatan.

Pada jenjang perguruan tinggi, ia menempuh studi Syari’ah Islamiyah di Universitas Al-Azhar Mesir, lalu melanjutkan magister Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta, sebelum akhirnya menuntaskan program doktor di UII Yogyakarta.

Saat ini, Ustaz Kurnia aktif sebagai **Dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung**, Ketua Alumni Al-Azhar Bangka Belitung, Pengasuh Majelis Taklim Lubabul Huda, Pembimbing Manasik KBIHU Kafilah Madinah, Da’i Kamtibmas Polda Babel, serta pelaku usaha busana muslim *eLHa Busana Muslim*.

Menutup perjalanannya, ia berpesan,
“Siapapun kita dan dari manapun kita berasal, jangan takut bermimpi. Perjuangkan mimpi itu dengan tekad dan kerja keras, terutama dalam mengukir prestasi akademik sebagai investasi kehidupan jangka panjang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *