WARTABANGKA.ID, MENTOK – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meninjau kondisi arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (26/12).
Gubernur Babel, Hidayat Arsani, mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kesiapan serta kendala di lapangan.
Berdasarkan data, jumlah pemudik pada libur Nataru tahun ini meningkat sekitar 3 persen dibandingkan tahun lalu.
“Alhamdulillah, kenaikannya hanya sekitar 3 persen dan masih dapat terkendali. Mudah-mudahan hingga Tahun Baru nanti tetap berjalan dengan baik. Kondisi pelabuhan juga aman dan operasional berjalan lancar,” ujar Hidayat.

Ia menambahkan, puncak kepadatan penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian diperkirakan terjadi pada 2 dan 3 Januari mendatang. Dari sisi armada, sebanyak 14 unit kapal disiapkan untuk melayani penyeberangan.
“Untuk kapal, 14 unit sudah cukup. Kendala justru berada di Pelabuhan Tanjung Api-Api. Terima kasih kepada seluruh aparat yang telah melayani masyarakat selama Natal dan Tahun Baru. Ini merupakan kewajiban kita untuk memberikan pelayanan transportasi laut yang aman dan tepat waktu,” katanya.

Hidayat juga mengimbau para pemudik agar menjaga kesehatan dan ketertiban, serta memesan tiket jauh-jauh hari.
Ia menekankan pentingnya kesiapan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, terutama rem dan mesin. Fisik pengemudi juga harus kuat karena perjalanan cukup jauh. Kapal pun telah dilengkapi dengan sistem dan peralatan keselamatan yang memadai,” ucapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Babar) menyatakan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Bangka berencana menambah satu dermaga di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bangka Barat, Markus, saat mendampingi Gubernur Babel dan Forkopimda dalam peninjauan arus mudik Nataru di pelabuhan tersebut.
Menurutnya, penambahan dermaga akan mempercepat proses bongkar muat kendaraan.
“Apalagi tahun depan ASDP akan menambah satu dermaga lagi. Ini tentu akan mempercepat bongkar muat kendaraan di sini,” kata Markus.
Namun demikian, Markus juga berharap pihak terkait di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Palembang, dapat meningkatkan kesiapan.

Selama ini, kendala arus penyeberangan justru kerap terjadi di pelabuhan tersebut akibat kondisi air surut.
“Saat tiba di sana sering terjadi antrean panjang karena menunggu air pasang. Harapan kami, Pak Gubernur dapat berkomunikasi langsung dengan Gubernur setempat, mengingat Pelabuhan Tanjung Api-Api berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya. (*/)












