WARTABANGKA.ID, PARITTIGA – Desa Semulut, Kecamatan Parittiga keluar sebagai juara pertama Lomba Desa dan Kelurahan Bersih 2025, disusul Desa Air Belo di tempat kedua dan Desa Pelangas di posisi ketiga. Sedangkan untuk kelurahan terbersih yakni Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Mentok.
Bupati Bangka Barat Markus saat pengumuman pemenang Lomba Desa dan Kelurahan Bersih menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas pemerintahan hingga ke tingkat desa dan kelurahan, dalam mendukung keberhasilan program pembangunan daerah.
Menurut Markus, berbagai program nasional yang diturunkan ke daerah harus dilaksanakan secara terintegrasi dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian target administratif, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan dasar, penguatan ekonomi, serta pemberdayaan sosial kemasyarakatan.
“Keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan koordinasi seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari kabupaten, kecamatan, lurah hingga kepala desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat,” kata Markus, Rabu ( 17/12 ).
Markus menekankan pentingnya peran Forkopimda sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pemerintahan, keamanan, dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan keberlangsungan pembangunan berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Dalam menghadapi berbagai tantangan daerah, mulai dari persoalan sosial kemasyarakatan hingga isu-isu strategis, Markus mengajak seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi di wilayah masing-masing.
Hal ini dinilai penting agar setiap kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan selaras serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Lebih lanjut, Markus menjelaskan bahwa Lomba Desa dan Kelurahan Bersih Tahun 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen strategis pemerintah daerah untuk menumbuhkan kepedulian kolektif masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi budaya bersama yang dimulai dari keluarga, lingkungan RT/RW, hingga desa dan kelurahan,” tuturnya.
Melalui lomba tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap dapat mewujudkan masyarakat yang religius, sehat, bahagia, berbudaya, produktif, serta peduli terhadap lingkungan.
Penilaian lomba mencakup berbagai aspek, seperti kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, fasilitas layanan publik, hingga penguatan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Markus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh desa dan kelurahan yang telah berpartisipasi aktif dalam lomba desa dan kelurahan bersih tahun ini.
Dia berharap capaian yang diraih tidak berhenti pada ajang penilaian semata, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Markus berharap melalui kegiatan ini serta rapat koordinasi yang dilaksanakan dapat terbangun kesepahaman bersama dan penguatan koordinasi strategis dalam mendukung pelaksanaan program nasional maupun daerah di Kabupaten Bangka Barat. (** )












