WARTABANGKA.ID, LUBUK BESAR – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) oleh PT Thorcon Power Indonesia di Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah, menuai perhatian dari kepala desa di wilayah pesisir Kecamatan Lubuk Besar.
Kepala Desa Batu Beriga, Abdul Gani menilai hingga kini masyarakat belum memperoleh pemahaman yang utuh terkait rencana pembangunan PLTN tersebut. Ia mengaku, belum ada sosialisasi resmi yang diterima baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat.
“Kami belum menerima sosialisasi dan masyarakat juga belum paham. Jangan sampai rencana ini justru mengganggu aktivitas nelayan,” ucap Abdul Gani, Selasa (16/12).
Ia menuturkan pentingnya keterbukaan informasi dari pemerintah daerah bersama pihak terkait, khususnya mengenai langkah dan tahapan yang telah maupun akan dilakukan dalam rencana pembangunan PLTN di Pulau Gelasa.
Menurutnya, penjelasan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat pesisir, yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Kami berharap aktivitas nelayan tidak terganggu. Pemerintah daerah harus bisa meyakinkan bahwa dampaknya tidak luas. DPRD juga harus benar-benar mengkaji secara mendalam, supaya ke depan tidak saling menyalahkan,” tuturnya.
Abdul Gani juga meminta agar proses penyampaian informasi dilakukan secara terbuka dan berkesinambungan kepada masyarakat.
“Sampaikan terus langkah dan tahapannya agar masyarakat mengerti. Jangan sampai nanti dewan yang repot karena didatangi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mendengar aspirasi nelayan dan memperhatikan aspek lingkungan, mengingat Pulau Gelasa juga dikenal sebagai salah satu habitat penyu.
“Ada warga kami yang sempat ditangkap karena kasus telur penyu. Ini perlu dikaji secara adil. Jangan sampai yang kecil ditangkap, sementara yang besar justru tidak tersentuh,” tutupnya. (**)












