WARTABANGKA.ID – Untuk mengajarkan siswa bekerja sama, memperkuat nilai kebersamaan, mengurangi kebiasaan memilih-milih teman, serta menumbuhkan empati sejak dini, Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) Program Studi Manajemen dan Program Studi Teknik Mesin angkatan tahun 2025 mengelar kegiatan sosialisasi dengan tema “Bermain Bersama Tanpa Membeda” di SDN 14 Merawang Kabupaten Bangka,kamis (04/12).
Kegiatan Sosialisasi tersebut juga sebagai upaya menanamkan nilai kebersamaan sekaligus bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dan Sila Ke-3: “Persatuan Indonesia” , yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, saling menghormati, dan menerima setiap individu tanpa diskriminasi.
Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila UBB, Padlun Fauzi, S.Hum., M.Sc. menyampaikan perbedaan kemampuan, fisik dan latar belakang sering memengaruhi interaksi siswa sekolah dasar, sehingga tidak jarang beberapa anak merasa tersisihkan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Melalui Mata kuliah Pendidikan Pancasila yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini.
“Sebelum pelaksanaan kegiatan, kelompok mahasiswa melakukan beberapa tahap persiapan yang matang. Dimulai dengan Diskusi tema dan penyusunan konsep, dilanjutkan Pembagian tugas anggota, lalu pembuatan materi edukatif yang disampaikan melalui cerita dan contoh sederhana, serta menyiapkan permainan kelompok yang menekankan kerja sama bukan sekedar kompetisi,”ujarnya.
Kelompok Mahasiwa juga melakukan Koordinasi dengan pihak SDN 14 merawang, termasuk waktu, tempat, dan jumlah peserta.
“Seluruh persiapan tersebut dilakukan secara matang agar kegiatan berjalan lancar dan mampu menyampaikan pesan moral dengan cara yang menyenangkan,”jelas Padlun.
Lebih lanjut Padlun menuturkan Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh para siswa/i SDN 14 Merawang. Melalui cerita dongeng dan permainan edukatif berkelompok.
“Peserta diajak memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan masing-masing dan berhak untuk diterima dalam pergaulan. Semangat dan keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa edukasi toleransi seperti ini sangat penting dan relevan bagi dunia pendidikan. Bahkan beberapa siswa menyatakan bahwa mereka ingin kegiatan serupa diadakan kembali di kemudian hari,”ulasnya.
“Setelah para siswa/i menerima dengan positif hasil dari sosialisasi ini, besar harapan bagi para pelaksana sosialisasi ini agar siswa/i dapat mengimplementasikan nilai-nilai pancasila, khususnya nilai keadilan dan persatuan ke dalam kehidupan sehari-hari mereka hingga dewasa nanti,”tambahnya.












