Kajari Sabrul Iman Sebut Kehadiran Pengadilan di Basel untuk Menghapus Beban Jarak hingga Risiko Masyarakat Cari Keadilan

Kajari Basel, Sabrul Iman

WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Selatan (Basel) Sabrul Iman menilai pembangunan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama di Basel menjadi kebutuhan mendesak demi menghadirkan akses keadilan yang lebih dekat dan aman bagi masyarakat.

Hal itu, disampaikan Kajari Basel Sabrul Iman usai mendampingi tim utusan Mahkamah Agung pusat bersama Ketua Pengadilan Tinggi Babel, Pengadilan Agama Babel, Bupati dan unsur Forkopimda dalam meninjau lokasi untuk pembangunan gedung pengadilan di Basel, Kamis (27/11).

Menurut dia, selama ini proses penegakan hukum di Basel menghadapi tantangan besar, terutama jarak tempuh menuju lokasi persidangan. Dimana, masyarakat harus menempuh perjalanan jauh hingga 155 kilometer ke pengadilan Sungailiat dengan melewati Pengadilan Koba dan Pangkalpinang untuk mengikuti sidang.

“Secara geografis jarak itu tidak sesuai. Masyarakat yang ingin mencari keadilan harus berangkat subuh dan pulang tengah malam. Risiko di jalan besar, bahkan tidak sedikit yang mengalami kehilangan kendaraan. Biaya yang dikeluarkan juga tinggi,” ungkap Sabrul, Kamis (27/11).

Menurut dia, kondisi tersebut tidak sejalan dengan prinsip peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan. Dengan volume penanganan perkara yang mencapai 30 hingga 40 kasus setiap bulan, keberadaan pengadilan di Bangka Selatan menjadi solusi penting bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini dijawab dan disetujui. Pemkab sudah menyiapkan semua kebutuhan pembangunan gedung Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama. Meski saat ini sudah ada gedung sementara, harapan kami pada 2026 sudah bisa mulai bersidang di sini. Semoga masyarakat mendukung penuh rencana ini karena manfaatnya sangat besar, terutama dalam mempermudah dan mendeatkan dalam mencari keadilan,” katanya.

Ia mengatakan, nantinya sebagaimana disampaikan ketua pengadilan tinggi setelah disetujui akan ditempatkan majelis hakim, panitera, dan sejumlah pegawai di Bangka Selatan agar proses persidangan dapat berjalan optimal.

“Dengan adanya pengadilan di Bangka Selatan, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Sungailiat. Semua proses peradilan bisa dilakukan di wilayah sendiri,” pungkasnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *