WARTABANGKA.ID – Terjadinya kelangkaan BBM dan panjangnya antrian di SPBU di wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel) menjadi perhatian semua pihak.Menanggapi persoalan tersebut DPRD Provinsi Kepulauan.Babel mengelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pertamina serta pemerintah provinsi babel di ruang badan musyawarah (Banmus) DPRD Babel,kamis (20/11).
RDP di pimpin Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, Ketua Komisi II Dody Kusdian serta anggota komisi II lainnya Rina Tarol,Himmah Olivia, Elvi Diana dan Ferry .
Usai rapat Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menyampaikan permasalahan terjadinya kelangkaan BBM yang menyebabkan panjangnya antrian di SPBU selain faktor cuaca dan kendala di pelabuhan juga peningkatan penggunaan BBM di masyarakat.
“Menurut keterangan dari Pertamina tadi kuota kita cukup dan lebih, namun kembali terjadi kendala karena akses pelabuhan kita terjadinya cuaca ekstrem sehingga kapal – kapal pengangkut BBM lambat merapat,”ujarnya.
Lebih Lanjut Didit menjelaskan untuk solusi dari pertemuan tersebut pihaknya meminta Pertamina untuk membangun beberapa Tanki tanam di wilayah babel agar jika terjadi kendala seperti ini lagi terdapat stok BBM untuk wilayah babel.
“Tanki tanam merupakan solusi yang cepat karena kalau untuk bangun pelabuhan waktunya cukup lama apalagi kondisi sekarang, uangnya dimana,”ungkapnya.
Selain itu untuk mengantisipasi penggunaan BBM yang meningkat karena akan berlakunya wilayah pertambangan rakyat (WPR), DPRD Babel menyarankan agar Pertamina menyediakan stasiun pengisian BBM non subsidi.
“Yang menjadi antisipasi bahwa nanti akan diberlakukan wilayah pertambangan rakyat rencananya februari 2026 akan disahkan dan tentu penggunaan bbm bertambah,nah antisipasinya harus ada pom pengisian bbm non subsidi dan ini sebagai alternatif agar nanti tidak terjadi kelangkaan bbm,”ulasnya.
“Sedangkan untuk mengatasi terjadinya penyelewengan bbm, hal itu pemerintah provinsi, pertamina harus selalu koordinasi dengan aparat penegak hukum,”pungkasnya.












