WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG– Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya menerima audiens pengemudi ojek online yang menyampaikan keluhan terkait tarif aplikasi serta banyaknya pemotongan pada aplikasi yang mereka gunakan.
Puluhan pengemudi ojek online ini diterima ketua DPRD di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel. Kamis (20/11).
Didit menjelaskan para pengemudi ojek online ini sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan tarif harga namun yang menjadi keluhan mereka adalah banyaknya pemotongan pada aplikasi.
“Dari dulu permasalahannya hanya pemotongan-pemotongan artinya kalau bicara harga mereka tidak terlalu peduli tapi yang jadi permasalahan aplikasi ni yang memotong terlalu besar sehingga ini berdampak kepada penghasilan mereka,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.
Dia mengungkapkan kedepan untuk solusi, ada baiknya pemerintah provinsi membangun aplikasi ojek online lokal, selain dapat membantu masyarakat dan bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) Babel.
“Solusi yang paling tepat kita akan rumuskan bisa tidak dibikin aplikator lokal, artinya untuk penentuan harga kita tetap samakan dengan pusat tetapi aplikatornya adalah aplikator Provinsi Bangka Belitung sehingga nanti jika terjadi pemotongan yang besar, kita tinggal memanggil pihak aplikator lokal tersebut karena milik pemerintah provinsi,”tuturnya.
“Kalimantan Selatan punya aplikator lokal sendiri, kemudian di beberapa Pulau Jawa juga membangun aplikator sendiri,”tambahnya. (**)












