WARTABANGKA.ID, BELITUNG– Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sahirin menjadi narasumber dalam kegiatan Bawaslu Mengajar melalui program To Be Kompetitif (Komunitas Pengawasan Pemilu Partisipatif) pada Rabu (29/10).
Program andalan Bawaslu Kabupaten Belitung Timur ini digelar di SMK Handayani Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan diikuti oleh 33 peserta siswa-siswi dan menjadi sarana edukasi politik dan demokrasi bagi generasi muda, khususnya pelajar tingkat menengah kejuruan.
Dalam penyampaiannya, Sahirin menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran sejak dini untuk peduli terhadap masa depan bangsa.
“Suara kalian, masa depan kita. Bangun kesadaranmu mulai dari sini, dari sekolahmu. Karena kelak, Indonesia akan jadi seperti siapa yang hari ini kamu pilih untuk peduli,” tutur Sahirin di hadapan para pelajar.
Sahirin menambahkan bahwa pendidikan demokrasi tidak hanya berhenti pada teori, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan sekolah.
“Melalui program To Be Kompetitif, kami ingin mendorong pelajar menjadi agen pengawasan partisipatif di sekolah masing-masing, agar nilai-nilai demokrasi tumbuh dari ruang belajar yang paling dekat dengan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Belitung Timur, Ihsan Jaya, yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi dukungan pihak sekolah terhadap program Bawaslu Mengajar.
“Kami berterima kasih kepada SMK Handayani yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Edukasi semacam ini penting agar generasi muda memahami bahwa demokrasi bukan hanya urusan memilih, tetapi juga menjaga dan mengawal integritas pemilu,” ungkap Ihsan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMK Handayani Manggar, Arjuna menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi pengembangan karakter dan wawasan kebangsaan siswa.
“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pelaksanaan program pemerintah yang tertuang dalam kurikulum. Terima kasih kepada Bawaslu atas kesempatan dan kepercayaannya untuk memberikan pembelajaran politik yang mendidik kepada siswa kami,” ujarnya.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan pin To Be Kompetitif oleh Anggota Bawaslu Babel, Sahirin, bersama perwakilan pihak sekolah kepada sejumlah siswa-siswi terpilih. Para penerima pin ini nantinya akan menjadi agen demokrasi di sekolah, yang berperan dalam menyebarkan nilai-nilai partisipatif, integritas, dan kepedulian terhadap proses demokrasi di lingkungan pendidikan.
Program To Be Kompetitif di SMK Handayani Manggar ini menjadi wujud nyata komitmen Bawaslu untuk membangun generasi muda yang sadar politik, beretika, dan berintegritas, demi mewujudkan demokrasi Indonesia yang lebih partisipatif dan bermartabat.
Untuk diketahui To Be Kompetitif merupakan program unggulan dari Bawaslu Kabupaten Belitung Timur yang diusung melalui konsep Bawaslu Mengajar bertujuan utama untuk memperkuat integritas demokrasi dengan meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
Program ini dirancang untuk tidak hanya memberikan edukasi mendalam mengenai regulasi dan tahapan pemilu, tetapi juga untuk membentuk jejaring pengawas partisipatif yang terstruktur dan kompeten dari berbagai elemen komunitas.
Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, khususnya siswa- siswi SMA/SMK sederajat, Bawaslu Kabupaten Belitung Timur berupaya menciptakan agen-agen pengawas yang kompetitif dalam menjaga marwah Pemilu, memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan, dan mencegah segala bentuk pelanggaran, sehingga hasil Pemilu benar-benar mencerminkan kehendak rakyat. (**)






