Lomba Desa/Kelurahan Bersih Dimulai, Markus: Bukan Hanya Kejar Juara

WARTABANGKA.ID, MENTOK – Bupati Bangka Barat Markus membuka Lomba Desa/Kelurahan Bersih Menuju Smart Clean Village 2025 di Operasional Room ( OR) I Setda Bangka Barat di Kecamatan Mentok, Selasa (16/9).

Menurut Markus, lomba ini bukan hanya mengejar juara, tetapi bagaimana semua elemen masyarakat sama – sama menjaga kebersihan yang sehat di daerah masing – masing.

“Tentu pemerintah desa maupun kelurahan sama-sama punya kewajiban untuk mewujudkan desanya yang bersih berkelanjutan,” kata Markus dalam sambutannya.

Markus mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahun, dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( Dinsos PMD) sebagai leading sector akan melakukan evaluasi selama tiga bulan agar desa/kelurahan tetap menjaga kebersihan lingkungannya.

Hal ini menurut dia memang harus dilakukan untuk mencegah penularan penyakit DBD dan malaria yang disebabkan lingkungan tidak terjaga kebersihannya.

“Tujuan Pak Bupati membuat lomba bersih ini kan sebenarnya untuk kebersamaan kita juga. Kalau sampai kena DBD dan malaria kita sendiri yang susah,” ujarnya.

Untuk itu dia minta para kepala desa dan lurah menggiatkan lagi gotong – royong Jumat bersih. Nanti desa/kelurahan terbersih dan terkotor akan dipublikasikan ke publik agar ada tanggung jawab moral dari pemdes dan kelurahan masing – masing.

“Harusnya pihak desa pihak kelurahan bisalah menjaga kebersihan desanya. Kita aktifkan lagi lah acara Jumat bersih karena ini untuk menjaga lingkungan kita. Bukan hanya menjaga kita pribadi tapi juga termasuk semua masyarakat kita, itu yang paling penting,” cetus Markus.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial PMD Ahmad Nursyandi mengatakan, lomba desa bersih ini merupakan salah satu perwujudan dari visi misi bupati yakni mewujudkan Bangka Barat bermartabat, berkeadilan, makmur tangguh dan bersahabat. Salah satunya, program unggulan desa bersih.

“Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, yang mana lingkungan kita yang bersih dan asri ini merupakan warisan kita kepada keturunan kita berikutnya dan sebagai pondasi untuk pembangunan berkelanjutan di Bangka Barat,” ucap Sandi.

“Oleh karena itu mudah-mudahan dengan lomba desa bersih ini kita benar-benar bisa menanamkan pondasi yang kuat di desa kelurahan kecamatan dan Kabupaten Bangka Barat untuk pembangunan berkelanjutan,” sambung dia.

Menurut Sandi lomba desa/kelurahan bersih dimulai sejak hari ini dan penilaian akan dilakukan selama tiga bulan, dimulai September hingga November 2025 mendatang.

“Kemudian di akhir November kita umumkan kita pilih tiga desa terbaik dan satu kelurahan terbaik. Mungkin nanti juga termasuk yang terkotor ya,” ujar Sandi. (**/rls )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *